76 Jum'at, 25 Juli 2014 | 15:49:45

Jatuhnya Pasar Properti Singapura Ditandai Dengan Rendahnya Penjualan?

Jatuhnya Pasar Properti Singapura Ditandai Dengan Rendahnya Penjualan?sentosacovecollection

Kondisi anjloknya harga rumah di Singapura diprediksi akan berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Inikah tanda kerugian lebih lanjut pada pasar perumahan kedua paling mahal di Asia tersebut? Hal ini diungkapkan oleh Chief Executive Officer Keppel Land Ltd, Ang Wee Gee. "Harga rumah diperkirakan akan terus stagnan," katanya.

"Singapura tidak mungkin melakukan pendinginan dalam waktu dekat ini," imbuhnya.

Harga perumahan di beberapa kawasan di Singapura mengalami penurunan untuk kuartal ketiga atau dalam tiga bulan hingga Juni lalu. Ini keadaan penurunan terpanjang dalam kurun lima tahun belakangan setelah Pemerintah Singapura memperkenalkan langkah-langkah pengetatan kredit pada bulan lalu untuk mengekang spekulasi.

Tharman Shanmugaratman selaku Wakil Perdana Menteri Keuangan menyatakan bahwa koreksi lanjutan pada pasar properti Singapura tidak akan terduga. 

"Saya tidak melihat pemerintah melonggarkan pembatasan selama setahun," ujar Nicholas Mak selaku Direktur Eksekutif di SLP International Property Consultants di Singapura.

"Pengembang yang memiliki kantong tebal mungkin tidak berada di bawah tekanan luar biasa untuk melakukan pemotongan harga," lanjutnya.

Semenjak 2009 lalu, Pemerintah Singapura sudah mengambil tindakan untuk mengekang spekulasi di pasar properti. Menurut data yang dirilis oleh Urban Redevelopment Authority pada tanggal 1 Juli lalu, indeks harga perumahan swasta di Singapura turun sebesar 1,1 persen menjadi 209,3 poin dalam tiga bulan yang berakhir pada tanggal 3o Juni lalu, mengikuti penurunan 1,4 persen dalam kurun waktu tiga bulan sebelumnya.

Otoritas Keuangan Singapura menyatakan pada Juni 2013 kemarin, bahwa di antara beberapa tindakan yang dilakukan untuk mendinginkan pasar properti itu ialah pemberi pinjaman harus mempertimbangkan utang peminjam. Mereka berpendapat, kredit rumah seharusnya tidak menyebabkan rasio total utang melayani peminjam naik di atas 60 persen.

 

 

Sumber: Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita