166 Rabu, 23 Juli 2014 | 13:08:02

Hanya Orang Kaya Yang Bisa ke Mekah?

Hanya Orang Kaya Yang Bisa ke Mekah?Kompas

Ramainya pengembangan proyek properti, konstruksi, dan infrastruktur di kota Mekkah, Arab Saudi, menyebabkan kota ini menjadi lebih komersil. Hasilnya, banyak kehadiran hotel baru dan pemilik rumah menyewakan unit-unit huniannya dalam jangka hingga 15 tahun. Tak terkecuali pemilik properti yang menghadap Masjidil Haram, mereka ikut berkompetisi dalam meraih keuntungan dari penyewaan penginapan. Hal ini dikarenakan keuntungan yang didapat terus meningkat tajam.

 Sekarang saja, saat umat muslim menjalankan ibadah Ramadhan dan menyebabkan banyak pengunjung datang ke Masjidil Haram, keuntungan yang bisa diambil sekitar 5 persen per unit. Sedangkan, tarif kamar hariannya sekitar Rp 10 juta hingga Rp 20 juta per malam.

Normal saja jika segmen pasar yang menyewa properti-properti  di sekitar Masjidil Hara mini merupakan para pebisnis dan petinggi perusahaan. Mereka yang miliki pendapatan terbatas diyakini tidak akan mampu membayar mahalnya biaya sewa jangka panjang.

Yasser Hariri selalu Wakil Ketua Komite Hotel Kamar Dagang dan Industri Mekkah (MCCI) menyatakan, sistem sewa telah ada selama bertahun-tahun, tetapi pada awalnya itu terbatas pada dua atau tiga hotel. Namun berbeda dengan keadaannya sekarang. Selain banyak hotel baru, rumah-rumah juga telah digunakan untuk hotel oleh para pemiliknya.

"Akibatnya, ketatnya persaingan tak terhindarkan. Meningkatnya jumlah hotel yang menghadap Masjidil Haram dari segala arah telah menciptakan kenaikan permintaan," ungkap Hariri.

Selebihnya, ia mengatakan, pengusaha dan pebisnis merupakan segmen pasar fasilitas akomodasi tersebut. Mereka cenderung memilih untuk mandiri dan tinggal di penginapan tanpa gangguan siapa pun. Mereka mengunjungi Mekkah kapan pun mereka mau, mudah menumukan akomodasi sepanjang tahun, dan mereka bisa menerima tamu untuk menikmati pemandangan Masjidil Haram.

Sedangkan, anggota Komite Real Estat MCCI Muhsin Al-Surouri, menyatakan bahwa sewa jangka panjang kamar hotel di sekitar Masjidil Haram meningkat 5 persen dengan target pasar kalangan konglomerat.

Berbagai hotel yang disewakan dalam jangka panjang contohnya Al-Bait Towers, Jabal Omar Project, dan Dar Al-Tauhid Hotel. Seluruh hotel tersebut dikelola jaringan internasional terkemuka.

 

 

 

Sumber: Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita