15 Selasa, 22 Juli 2014 | 12:02:26

Bungker Warisan Perang Dingin Dibanderol Rp 7 Miliar

Bungker Warisan Perang Dingin Dibanderol Rp 7 Miliarbbc

Sebuah bungker peninggalan Perang Dingin dibanderol dengan harga Rp 7 miliar atau 350.000 poundsterling. Bungker ini dibangun sebagai tempat untuk berlindung para pemimpin di Plymouth, Devon, Inggris dari terjangan musim dingin dan serbuan nuklir Uni Soviet atau Rusia. Bungker yang mulai dibangun pada tahun 1952 ini strukturnya terbuat dari beton. Bangunan ini berdinding sangat tebal dan memiliki 56 kamar di dalamnya. Seperti bangunan tempo dulu, material yang dipakai benar-benar kokoh. Pintunya saja terbuat dari baja anti karat dan ledakan.

 Luas bungker ini yaitu sekitar 2.787 meter persegi dan dapat memuat hingga 150 orang. Di dalamnya terdapat mesin generator yang bisa menyuplai persediaan panas dan cahaya selama beberapa bulan. Disini juga terdapat ruang kerja yang mengizinkan pemerintah untuk menjalankan tugasnya bahkan setelah serangan nuklir berakhir.

Mesin generator yang diciptakan di bungker ini hanyalah sebagai pengganti dari pasokan listrik utama. Selain itu, terdapat septic tank dan tangki bertenaga diesel berisi 30.000 liter.

Nama dan kode untuk bungker adalah Hope Cove R6. Seluruh aktifitas yang ada dalam bungker hanya berlanjut hingga tahun 1999 lalu kemudian dibeli oleh petani lokal Trevor Brooking Lethbridge dan Derek yang menggunakannya sebagai ruang penyimpanan arsip dan tempat kegiatan amal serta pertunjukan seni.

Menurut Lethbridge, Hope Cove R6 adalah salah satu dari 17 bungker yang dibangun di Inggris selama Perang Dingin.  "Kami memutuskan untuk membelinya meskipun kami tidak tahu apa yang akan kami lakukan kemudian di bungker ini," ungkap Lethbridge.

Sedangkan Derek berkata, mereka membeli bungker ini untuk investasi. Dan bisa juga digunakan untuk kepentingan komersial atau sebagai tempat pengumpulan dana, kegiatan kesenian dan lain-lain.

Selama mengelola bungker tersebut, pasangan ini mendapat penghasilan sewa dari kegiatan-kegiatan amal atau pertunjukan seni senilai Rp 197,5 juta per tahun.

 

 

 

Sumber: Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita