230 Selasa, 22 Juli 2014 | 11:53:53

Tiongkok Menguasai Supertall Dunia

Tiongkok Menguasai Supertall Duniajepabst.wix

Tiongkok memimpin pembangunan gedung pencakar langit dunia yang memiliki ketinggian lebih dari 300 meter. Negeri ini sedang mengerjakan sebanyak 98 pembangunan supertall atau lebih dari jumlah populasi 186 supertal di seluruh dunia. Menariknya, berdasarkan data Council on Tall Buildings and Urban Habitat (CTBUH), Sembilan diantaranya merupakan kategori megatall atau gedung yang memiliki ketinggian di atas 500 meter. Shouzhou Zhongnan Center adalah bangunan tertinggi yang saat ini sedang dibangun dengan ketinggian 700 meter.

Uni Emirat Arab mengekor pada tempat kedua dengan jumlah 28 gedung pencakar langit. Setelah berhasil membangun gedung tertinggi di dunia, yaitu Burj Khalifa, setinggi 828 meter, saat ini mereka sedang mengerjakan 106 menara, Dream Dubai Marina, dan Princess Tower. Ketiga gedung tersebut memiliki ketinggian lebih dari 400 meter.

Sementara itu, Amerika Serikat berada di posisi ketiga negara yang membangun supertall terbanyak. Sejumlah 22 proyek yang saat ini berada dalam tahap konstruksi maupun eksisting. Setelah Amerika Serikat, ada Arab Saudi dengan  jumlah pembangunan 8 supertall. Dua diantaranya adalah megatall tang memiliki ketinggian masing-masing 601 meter untuk Mecca Clock Royal Tower dan 1.000 meter untuk Kingdom Tower.

Sedangkan India akan mempunyai 6 gedung pencakar langit dengan World One sebagai gedung paling tinggi yaitu 442 meter. Serupa halnya dengan Rusia yang akan memiliki 6 supertall. Posisi berikutnya ada Korea Selatan dengan pencakar langit dan Lotte World Tower dengan ketinggian 555 meter sebagai ikonnya.

Diikuti dengan Malaysia dengan 4 tower, Taiwan dengan 2 tower, Thailand dengan 2 tower, Vietnam dengan 2 tower, Indonesia dengan 2 tower, Inggris dan Australia masing-masing 1 tower.

 

 

 

Sumber: Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita