122 Senin, 21 Juli 2014 | 15:56:07

Penjualan Rumah Naik Akibat Ekonomi Tiongkok Tumbuh

Penjualan Rumah Naik Akibat Ekonomi Tiongkok Tumbuhfinanceroll

Perlambatan ekonomi Tiongkok lambat laun mulai membaik. Rabu pekan lalu, pemerintah Tingkok menyatakan bahwa pertumbuhan produk domestik Bruto (PDB) naik sebesar 7,5 persen selama April-Juni. Jumlah ini lebih tinggi dari proyeksi rata-rata Blomberg yang sebesar 7,4 persen. hal ini pertama kali terjadi dalam kurun waktu tiga kuartal terakhir.

Pertumbuhan ini merupakan hasil dari kebijakan Perdana Menteri Li Keqiang guna mencapai target pertumbuhan ekonomi tahun 2014 sebesar 7,5 persen. Kebijakan itu berfungsi mendorong lagi sektor industri, terutama subsektor perumahan, yang melambat karena kebijakan pemerintah juga. Kebijakan tersebut adalah mempercepat pengeluaran untuk memperluas jaringan kereta, mempermudah pengaliran dana untuk kredit dengan mengurangi kebutuhan cadangan bagi beberapa lembaga keuangan pemberi kredit dan potongan pajak.

“Pemerintah terus mendukung sektor kunci yang dinilai memang perlu didukung saat ini, tapi tidak akan mendukung sektor yang dinilai tidak akan menggembirakan,” kata Zhu Haibin, Kepala Ekonomi khusus Tiongkok di JP Morgan Chase & Co di Hong Kong. Kebijakan itu membuat belanja pemerintah per Juni lalu, meningkat 26,1 persen dibandingkan setahun yang lalu. Sedangkan pendapatan negara, menurut kementerian keuangan, dalam periode yang sama hanya tumbuh 8,8 persen.

Penjualan Rumah Naik

Penurunan industri properti, khususnya pembelian rumah, dilakukan pemerintah pusat dan lokal. Hohhot, ibukota Propinsi Mongolia Dalam, merupakan kota penggagas dengan mencabut batasan syarat pembelian rumah pada bulan lalu. Selanjutnya diikuti Jinan, kota di sebelah Timur, pada bulan ini.

Seperti pemerintah pusat, pemerintah daerah juga tidak menahan diri berinvestasi untuk pembangunan wilayahnya. Contohnya Propinsi Hebei Utara yang akan berinvestasi sebesar 1,2 triliuan Yuan atau Rp2.249 trilun, termasuk untuk pembangunan jalan kereta, pendirian stasiun-stasin pembangkit energi dan perumahan. Propinsi Heilongjiang yang terletak di Timur Laut juga telah mengganggarkan belanja senilai 300 miliar Yuan atau sama dengan Rp562 triliun dalam kurun waktu dua tahun untuk infrastruktur dan ke pertambangan.

Kebijakan-kebijakan itu menyebabkan penjualan rumah meningkat. Dalam satu bulan saja ada kenaikan sebesar 33 persen. terlebih lagi adanya diskon menarik dari pihak pengembang. Meski begitu, menurut biro statistik, secara akumulasi dalam enam bulan pertama 2014, nilai penjualan rumah masih turun 9,2 persen dibanding periode setahun yang lalu. Selama periode tersebut nilai penjualan mencapai 2,56 triliun Yuan atau senilai Rp 4.796 triliun.

 

 

 

Sumber: housing estate

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita