144 Sabtu, 19 Juli 2014 | 14:52:53

Cina Legalkan Segala Cara Agar Keluar Dari 'Booming'

Cina Legalkan Segala Cara Agar Keluar Dari 'Booming'realtytoday

Seraya adanya upaya pengembang menurunkan harga guna meningkatkan volume penjualan, harga rumah terbaru di beberapa kota di Cina mengalami penurunan. Biro statistik Nasional mengungkapkan dalam sebuah pernyataan Jumat (18/7/2014), harga rumah jatuh di 55 dari 70 kota dari bulan Mei lalu. Biro Statistik Nasional mengatakan bahwa peristiwa ini adalah catatan terbesar semenjak Januari 2011.

Harga rumah masing-masing di Shanghai dan selatan Guangzhou turun sebesar 0,6 persen sejak Mei lalu. Ini merupakan penurunan terbesar semenjak Januari 2011, saat itu terjadi penurunan sebesar 0,4 persen di Shenzhen. Harga rumah juga turun sebesar 1,7 persen di timur kota Hangzhou dan hal ini dianggap penurunan bulanan terbesar di antara seluruh kota.

"Masalah terbesar pada industri properti China saat ini adalah bahwa pasokan perumahan terlalu tinggi," pungkas Liu Li-Gang, ekonom Greater China di Australia & New Zealand Banking Group Ltd di Hong Kong dalam sebuah wawancara telepon.

"Tapi penurunan masih tidak terlalu besar. Dengan sedikit perlambatan, ekonomi diharapkan stabil, dan pasar properti secara bertahap juga akan stabil," imbuhnya.

Beberapa kota di Cina saat ini memang mulai mengurangi pembatasan properti untuk membangkitkan minat pasar lokal, sementara itu pengembang sudan memangkas harga sejak Maret lalu agar pembeli lebih berminat.

Menurut laporan seorang sumber kepada 21st Century Business Herald, Menteri Perumahan Chen Zhenggao sendiri sudah memaksa kota-kota untuk mengurangi tingginya persediaan perumahan dengan cara apapun. Akibat “booming” itu, pemerintah setempat dapat menetapkan kebijakan untuk menstabilkan pasar properti mereka berdasarkan keadaan lokal.

 

 

 

Sumber: Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita