154 Kamis, 17 Juli 2014 | 12:15:01

Gagal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2022, Qatar Merugi

Gagal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2022, Qatar Merugiflickr

Bila FIFA membatalkan pelaksanaan Piala Dunia 2022 di Qatar, negara ini akan mengalami kerugian ekonomi sekitar 16 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 187,5 triliun. Potensi kerugian ekonomi ini dituturkan oleh Bank of America Merrill Lynch (BoA Merrill Lynch). Jika FIFA sungguh-sungguh membatalkan pelaksanaan Piala Dunia di Qatar, Merrill Lynch memprediksi bahwa belanja modal langsung, berhubungan dengan pembangunan stadion dan hotel, akan jeblok sebesar 16 miliar dollar AS atau senilai dengan 7,5 persen PDB atau 1-1,5 persen setiap tahunnya hingga tahun 2022.

 Merrill Lynch melanjutkan, pertumbuhan rill PDB cenderung menjadi lebih kecil sekitar 0,5 persen karena banyak uang yang seharusnya dibayar sebagai gaji pekerja dan membayar barang impor, namun malah tersendat. Meskipun begitu, Merrill Lynch tetap optimis bahwa belanja infrastruktur yang lebih besar tampaknya akan terus berjalan. Dalam lima tahun, mereka mengagendakan jumlah belanja modal kumulatif yang dianggarkan pemerintah sekitar 100 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 1.170 triliun.

Jean Michel Salib selaku ekonom Merrill Lynch mengatakan, walaupun tanpa Piala Dunia Qatar akan kehilangan fokus dan eksekusi melanjutkan proyek besarnya seperti stadion dan hotel, tetapi tidak dengan infrastruktur.

"Proyek-proyek infrastruktur merupakan visi utama transformasi Qatar. Sebut saja megaproyek Lusail City, jaringan transportasi metro, kereta api, atau pelabuhan yang direncanakan secara mandiri, terpisah dari penyelenggaraan Piala Dunia," pungkas Jean-Michel Salib.

Untuk informasi, isu pembatalan terus mengalir seiring adanya penyelidikan Komite Etik FIFA atas tuduhan korupsi dan kasus suap atas penetapan host Piala Dunia 2018 di Rusia dan 2022 di Qatar. Dugaan suap dilayangkan kepada mantan anggota Komite Eksekutif FIFA, Mohammed bin Hammam, yang menyuap sejumlah pimpinan federasi bola Afrika untuk memilih Qatar.

 

 

 

Sumber: Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita