135 Senin, 14 Juli 2014 | 09:34:31

Investasi Properti Cina Hanya Naik 15 Persen

Investasi Properti Cina Hanya Naik 15 PersenTelegraph UK

Tahun ini, investasi properti di Cina hanya naik sebesar 15 persen. Angka tersebut merupakan angka yang jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan pertumbuhannya di tahun 2013 lalu. Penyebabnya masih sama: sentimen pasar yang negatif.

Menurut penelitian Merrill Lynch, lembaga keuangan terkemuka, banyak yang enggan untuk membeli properti di Cina karena sentimen pasar belum membaik. Para pembeli potensial masih menunggu untuk potongan harga yang lebih besar. Jadi wajar saja jika jumlah penjualan properti di kota-kota besar turun 20 sampai 30 persen di semester pertama tahun ini.

Hal tersebut diperkuat oleh hasil riset dari Centaline Property, dimana para pembeli potensial di enam kota besar Cina daratan tidak akan melakukan transaksi jual beli di tahun ini. Hasil penelitian tersebut berbanding terbalik dengan hasil penelitian di tahun lalu, dimana transaksi besar-besaran justru banyak ditemukan karena jauh lebih rendahnya suku bunga kredit. Meskipun tahun ini suku bunga kredit telah diturunkan kembali, namun tetap saja nilainya masih lebih tinggi dibanding tahun lalu.

Urbanisasi
Walaupun jumlah investasi properti tahun ini tidak sebanyak tahun lalu, banyak yang percaya bahwa pasar properti di Cina akan kembali pulih di tahun ini. Salah satu faktor yang akan membantu terciptanya perbaikan di sektor tersebut adalah gerakan urbanisasi.

Tiongkok memegang tingkat urbanisasi tertinggi dengan jumlah sebesar 53 persen, yang akan terus naik sebesar 60 persen sampai akhir decade di tahun 2020 nanti. Gelombang urbanisasi inilah yang nanti akan turut membawa para pencari rumah di kota-kota besar seperti Guangzhou, Tianjin, Shanghai, dan Beijing.

Selain itu, banyak juga jumlah hunian yang dibangun di kota-kota besar sebelum reformasi hunian besar-besaran di tahun 1998 lalu.

“Kondisinya saat ini masih buruk. Banyak yang mencari hunian untuk meningkatkan standar hidup mereka saat pendapatan mereka naik. Namun secara general, kemampuan membeli dan tingkat keterjangkauan masyarakat untuk membeli hunian mulai membaik, karena rata-rata pendapatan mulai tumbuh dan melebihi pertumbuhan harga hunian itu sendiri,” jelas Merril Lynch.

 

Sumber: China Daily

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita