97 Kamis, 10 Juli 2014 | 10:47:40

Hunian Sewa Lebih Diminati di Jerman

Hunian Sewa Lebih Diminati di Jermanlifestyle.kompasiana

Penduduk negara maju cenderung memilki pilihan yang berbeda dari negara berkembang. Pada awal tahun 2014, Quartz, media online asal New York menyatakan bahwa warga Jerman cenderung memilih untuk tinggal di hunian sewa. Hal ini dikarenakan harga hunian sewa sangat murah dibanding mengangsur properti pribadi, tingginya jumlah pasokan hunian sewa, dan dukungan pemerintahnya dalam hal regulasi.

Quartz juga mengungkapkan, kecenderungan warga Jerman menyewa rumah sudah dimulai sejak akhir tahun 1930-an sampai 1940-an, yang bertepatan dengan hancurnya 20 persen pasokan perumahan di Jerman. Saat itu, sebanyak 2,25 juta rumah berakhir menjadi puing dan 2 juta rumah lainnya rusak. Lebih lanjut, sensus 1946 menunjukkan adanya tambahan kebutuhan 5,5 juta perumahan di wilayah yang akan menjadi bagian dari Jerman Barat.

Seperti jatuh tertimpa tangga, carut-marutnya kondisi perumahan di Jerman juga diiringi jatuhnya kondisi perekonomian Jerman. Quartz mengatakan bahwa Jerman tidak memiliki cadangan pembiayaan sama sekali. Nilai mata uang negara itu pun menurun drastis. Jerman dan pemerintahannya harus menyediakan program untuk solusi yang tepat untuk membangun kembali Jerman.

Pada sisi lain, kondisi politik saat itu pun masih tegang. Para pemimpin takut akan bangkitnya fasisme. Tingginya jumlah pengangguran juga membawa bayang-bayang ketakutan akan komunisme.

"Jumlah pemilih (voters) komunis di negara-negara Eropa berbanding terbalik dengan jumlah unit rumah per seribu penduduk," ungkap Menteri Perumahan Rakyat Jerman Barat pertama, Eberhard Wildermuth.

Hal yang menarik, ketakutan justru membuahkan hasil program perumahan yang didesain sanat bermanfaat seluas mungkin untuk warga. Program tersebut juga akan menbuat masyarkat Jerman kembali bekerja dan mengurangi tekanan akibat krisis perumahan. Langkah yang diambil pemerintah Jerman berhasil dan pembangunan hunian di Jerman mengikat. Subsidi langsung, pembebasan pajak besar-besaran untuk perusahaan non-profit dan swasta. Jerman Barat berhasil mengurangi backlog- (kekurangan pasokan) nyapada 1956. Dan pada 1962, backlog berkurang tajam mencapai angka 658.000. pasokan hunian yang tersedia merupakan hunian sewaan.

"Mengapa, karena hanya ada sedikit permintaan dari pembeli potensial. Pasar KPR Jerman begitu lemah dan bank membutuhkan peminjam untuk menurunkan uang mua berjumlah besar. Hanya sedikit penduduk Jerman yang punya cukup uang," ungkapr penulis, Matt Philips kepada Quartz.

Sewa murah

Berkat kebijakan pemerintah Jerman yang “lebih seimbang” dari negara lain, bertahun-tahun setelah jatuhnya perekonomian Jerman, sewa rumah di negara ini tetap murah.

Quartz mengatakan, pemerintah masih mengatur pasar sewa dan peraturan yang ada cukup menguntungkan bagi penyewa. Salah satu contoh, hukum Jerman memungkinkan pemerintah negara bagian untung meng-cap rent peningkatan tidak lebih dari 15 persen selama periode tiga tahun.

Kecenderungan warga Jerman lebih memilih hunian sewa bukan hanya karena biaya yang lebih murah, tetapi juga karena pemerintahnya yang tidak mendukung pembelian rumah. Secara historis, harga kenaikan rumah di Jerman meningkat sangat lambat dan Jerman tidak membiarkan pemilik rumah mengurangi pembayaran bunga KPR dari pajak.

 

 

 

 

Sumber: properti.kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita