164 Sabtu, 05 Juli 2014 | 09:15:46

Proyek Asing Senilai Rp. 12,3 Triliun dibangun di Inggris

Proyek Asing Senilai Rp. 12,3 Triliun dibangun di InggrisRoad Traffic Technology

Meskipun pasar perumahan Inggris telah menunjukkan adanya tanda-tanda bubble property, ternyata hal ini tidak menggoyahkan niat para pengembang untuk menawarkan proyek baru, terutama pengembang asing.  Padahal, para ekonom setempat sudah memberi peringatan waspada, begitu juga dengan bank sentralnya yang sudah mengetatkan pemberian KPR.

Menyusul maraknya investor individual yang memborong unit apartemen dan rumah-rumah mewah, korporasi asal Singapura dan Hong Kong rupanya juga tidak ingin ketinggalan. Kini para pengembang asal negeri Asia tersebut tengah memberikan investasinya untuk sebuah proyek multifungsi di Greater Manchester. Proyek yang termasuk pembangunan lebih dari 2.000 unit rumah ini dibangun mengapit sebuah kanal. Nilainya mencapai 600 juta poundsterling  atau setara dengan Rp. 12,3 triliun. Proyek tersebut terdiri dari ruang komersial seluas 6,5 ha,  residensial seluas 13,94 ha, serta ruang ritel dan leisure seluas 2,79 ha. Unit-unit apartemennya dipasarkan dengan harga 100.000–250.000 poundsterling, di bawah harga pasaran di kota itu.

Holding (Singapura)  dan Top Spring International Holdings (Hong Kong), dua pengembang proyek multifungsi tersebut, selain turut menggandeng pengembang lokal, Scarborough International,  masing-masing juga menanamkan dana sebesar 10 juta poundsterling atau 25 persen dari kepemilikan FiarBriar Properties, nama perusahaan gabungan tiga pengembang tersebut.

Karena proyek ini ini hadir di tengah kondisi pasar apartemen Manchester yang sedang membaik setelah krisis global 2008, para pengembang itu optimis proyek mereka akan sukses.

Kevin Cabe, pemilik Scarborough yang juga salah satu pemilik klub sepakbola Sheffield United itu berpendapat bahwa membangun rumah di salah satu kota kosmopolitan Inggris yang sedang hidup dan tumbuh progresif itu sama menariknya dengan membangun bisnis di Cina. “Seperti yang terjadi di sebagian besar kota di Inggris, permintaan rumah di pusat kota Manchester sangat kuat, karena sedang mengalami kekurangan pasokan. Inilah yang membuat kami percaya proyek itu akan diterima pasar,” ujarnya.

Choo Wee Leong, Chairman Metro Holding juga mengutarakan pendapat yang sama.  “Kami yakin, dengan pasar residensial di Manchester yang dinamis, proyek yang merupakan proyek perdana kami di Inggris ini akan mengalami sukses besar,” ungkapnya.

Meskipun para pengembang memiliki optimism yang membara, tidak demikian dengan sejumlah analis properti dan ekonom.  Para analis menilai pasar residensial dan properti komersial di Inggris masih memberikan tanda-tanda akan adanya bubble property.  Hasil laporan Nationwide Building Society juga menunjukkan bahwa harga hunian kini sudah melampui harga tertinggi di tahun 2007 lalu dan terus tumbuh sebesar 12 persen per tahun.  Colliers International menguatkan pendapat tersebut dengan mengungkapkan bahwa gelombang investor asing itu telah membuat harga meloncat semakin tinggi lagi dalam minggu ini.

 

Sumber: Financial Times

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita