162 Kamis, 03 Juli 2014 | 11:32:50

Lahan Pemerintah diobral di Hongkong

Lahan Pemerintah diobral di HongkongSCMP

Lahan dinilai sebagai faktor paling penting untuk produksi bagi para pengembang. Maka dari itu, semakin luas lahan yang dapat dikuasai, makan akan semakin besar pula keutungan yang mungkin untuk didapatkan.

Peristiwa yang menarik sedang terjadi di Hongkok, Tiongkok. Lahan dengan harga murah sedang ditambah persediaannya oleh pemerintah setempat diobral dengan harga kompetitif serta dapat diakses pengembang pengembang gurem dengan keterbatasan kapital.

Penambahan ketersediaan lahan ini memberikan kesempatan pada para pengembang kecil untuk dapat ikut berjuang dan bertahan di dalam kompetisi ketat bisnis dan industri properti di Hongkong yang biasanya selalu dimenangkan oleh konglomerat besar kaliber internasional.

Leung Chun-ying, Chief Executive Administration, memutuskan untuk meningkatkan jumlah pasokan tanah. Walaupun ukurannya tidak luas, namun jumlahnya yang banyak cukup untuk mengakomodasi pembangunan 20.000 flat pribadi.

Sebelumnya, banyak lahan yang telah dijual dengan harga miliaran dollar. Hal ini membuat para pengembang kecil terpaksa mencari lahan di luar wilayah garapan untuk menghindari persaingan dengan para pengembang besar.

Chris Hoong, Direktur Far East International Consortium, mengatakan para pengembang kecil dan menengah sebenarnya telah lama berjuang untuk bersaing dalam penjualan tanah pemerintah atau lelang yang umumnya didominasi oleh konglomerat besar.

"Namun, mereka persaingan menjadi tidak adil karena saingan mereka yang lebih besar dan sebagian besar penjualan tanah pemerintah atau lelang properti memiliki nilai dengah harga selangit," ujarnya.

Kini, pasar tanah di Hongkong telah berubah dan telah sangat berubah. Pasokan lahan yang lebih banyak, memungkinkan para pengembang dari berbagai kelas untuk memiliki lebih banyak kesempatan untuk membangun produk berharga lebih terjangkau.

Melalui tender pemerintah, Far East berhasil membeli dua lokasi pengembangan kecil yang berlokasi di Sha Tau Kok Tai Wai dan Sha Tin dalam waktu enam bulan. Pada Oktober tahun 2013 lalu, perusahaan ini memenangkan tender lahan di daerah tertutup Sha Tau Kok senilai 143 juta dollar Hongkong atau setara dengan Rp. 219 miliar. Lahan ini dapat dikembangkan menjadi proyek hunian sebanyak 240 flat.

Pengembang kecil lainnya, seperti Wang On Group, juga mengambil ambil andil dalam penjualan tanah pemerintah. Kamis lalu, perusahaan gabungan dari Wang On dan Kam Wah Holdings memenangkan tender untuk sebuah lahan di Ma On Shan senilai Rp. 1 triliun. Di atas lahan ini, perusahaan tersebut dapat membangun flat seluas 200.210 kaki persegi.

 

Materai Ganda

Meskipun Leung telah menjadi Chief Executive Administration Hongkong selama dua tahun, pemerintahannya masih saja bergulat dengan kesulitan meningkatkan pasokan lahan. Padahal sistem penjualan tanah sebelumnya telah efektif untuk membantu para pengembang kecil.

Kebijakan Leung untuk membuat kota baru di timur New Territories dianggap sangat konstroversial sehingga memicu naiknya harga tanah. Akibatnya, perusahaan beralih mengonversi bangunan tua dan membangunnya kembali untuk menjadi proyek-proyek perumahan kelas atas.

Sayangnya, sebelum itu terjadi, langkah pendinginan dengan diberlakukannya materai ganda diresmikan tahun lalu. Sehingga biaya pembelian properti dan risiko dalam bisnis ikut meningkat. "Dengan menurunnya nilai tanah, kita akan memanfaatkannya untuk memperoleh tanah pemerintah," ujarnya.

 

Sumber: SCMP

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita