154 Kamis, 03 Juli 2014 | 09:35:51

Kota Tianjin Berubah Menjadi Kota Hantu

Kota Tianjin Berubah Menjadi Kota HantuMarket Place

Tiongkok memang terkenal dengan kisah suksesnya dalam pembangunan properti, seperti hotel koin, gedung berbentuk kelamin pria, hotel yang hanya dibangun dalam waktu 15 hari, dan kini replika pusat bisnis dan keuangan di AS, kota Manhattan, yang sedang dibangun versi Tiongkoknya.

Namun kini Tiongkok harus menelan kisah-kisah indah tersebut dan menghadapi kenyataan yang pahit. Manhattan versi Tiongkok yang berlokasi di Conch Bay, utara Tianjin di”hiasi” oleh banyaknya gedung-gedung, menara, dan hotel yang bahkan pembangunannya saja belum selesai. Terlihat dari jumlahnya, pembangunan gedung-gedung pencakar langit di kota pelabuhan ini terbilang cukup besar.

Dilanda ledakan investasi yang belum pernah terjadi sebelumnya di sejarah properti Tiongkok, ekonomi yang melambat berimbas ke pemberhentian paksa proyek-proyek besar tersebut. Tianjin-pun berubah menjadi kota hantu, dengan gedung-gedung tinggi yang sepi, berdebu dan tak terurus.

Glorious Oriental, salah satu pencakar langit tertinggi yang mencakup dua menara apartemen dan perkantoran tersebut ikut berada di daftar “korban” yang ditinggalkan. Begitu juga dengan mega proyek di ujung utara Conch Bay, Country Garden Phoenix Hotel. Proyek yang disebut-sebut akan menjadi hotel terbesar di Asia itu pun sepi dan terbengkalai.

Kegagalan Conch Bay mendapatkan penyewa saat pencakar langit perdana mereka selesai dibangun di 2010 menjadi pertanda buruk bagi kota-kota lain dengan nasib yang sama. Yujiapu, yang diklaim akan menyerupai New York, juga harus bersiap merasakan kepahitan yang serupa.

"Berinvestasi disini tidak lebih baik dari membuang uang ke dalam air.” Zhang Zhih memberikan pendapatnya dalam kunjungannya ke daerah Conch Bay untuk melihat investasi properti komersial minggu lalu. “Sama saja dengan jalan buntu, akan sangat sulit bagi mereka untuk menemukan pembeli atau penyewa berikutnya.” Imbuhnya.

Ia juga mengatakan bahwa seluruh kawasan kota itu benar-benar sepi. Tantangan ini harus dihadapi oleh pemimpin Tiongkok sebagai imbas royalnya perbankan dalam memberikan kredit untuk investasi. Dampak lainnya, sebesar 68 persen bisnis pembiayaan milik pemerintah kota Tianjin melorot pada tahun 2013 lalu menjadi hanya 950 juta dollar AS. Tak hanya itu, sebesar 37 persen laba juga ikut merosot tajam menjadi hanya 246,6 juta dollar AS.

 

Sumber: Bloomberg

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita