271 Selasa, 01 Juli 2014 | 11:50:57

Alasan Mengapa Cina dan Singapura Pilih Johor

Alasan Mengapa Cina dan Singapura Pilih JohorKompas

Walaupun lokasi merupakan faktor yang penting untuk pertumbuhan bisnis dan industri properti, namun itu bukanlah satu-satunya faktor penentu. Selain lokasi, ada 6 faktor utama lainnya yang dapat mempengaruhi perkembangan pasar properti.

6 faktor yang termasuk di dalam program kebijakan ramah investasi tersebut antara lain suku bunga yang rendah, tidak adanya batasan pembelian properti, kemudahan memperoleh lahan garapan, pengenaan pajak yang ringan untuk kepemilikan asing, serta pengembangan infrastruktur dan jaringan transportasi terintegrasi.

Ryan Khoo, Direktur Alpha Marketing mengungkapkan bahwa keenam faktor pendukung tersebut mendorong meningkatnya angka investasi di Johor, Malaysia, terutama dalam enam tahun terakhir pasca-krisis finansial global 2008. "Arus investasi tersebut datang dari berbagai negara, seperti Timur Tengah terutama Qatar, Uni Emirat Arab, Tiongkok, dan Singapura. Karena faktor-faktor pendukung tersebutlah, para investor lebih memilih Johor ketimbang Batam,” ujarnya.

Johor, dan Malaysia secara menyeluruh dinilai tinggi minat pasarnya karena regulasi pemerintahnya sangat mendukung pertumbuhan bisnis dan industri properti. Regulasi tersebut dapat dilihat dari penerapan pajak yang ringan atau bahkan bebas sama sekali bagi pembeli rumah pertama. Pembeli rumah pertama juga dibebaskan untuk menjual kembali asetnya hingga tahun 2020 mendatang.

Selain kepada pembeli rumah pertama, pemerintah Malaysia juga memberikan kemudahan kepada investor dan pengembang untuk memperoleh dan membebaskan lahan untuk dikembangkan sebagai properti residensial dan komersial. Semua lahan  di Malaysia, terutama di Johor dengan pusat pertumbuhan bisnis barunya seperti Iskandar Medini dan Puteri Harbour, dapat dimiliki dan dikembangkan oleh siapa pun, baik investor lokal maupun internasional.

“Status lahan yang dikembangkan untuk wilayah Iskandar Medini adalah leasehold dan untuk Puteri Harbour adalah free hold," jelas Ryan.

Faktor pendukung lainnya adalah penerapan tingkat suku bunga yang sangat rendah, yakni 4 persen hingga 4,5 persen untuk kredit perumahan, tidak adanya restriksi batasan harga bagi pembeli asing, dan diizinkannya orang asing membeli dan memiliki properti.

Ryan juga melanjutkan bahwa paket tersebut dapat berjalan harmonis karena didukung oleh pembangunan bermacam infrastruktur baru dan jaringan transportasi terpadu. Hal inilah yang membuka peluang berkembang dan naiknya harga dan pasar properti di Malaysia.

Jadi, tak heran jika Johor menjadi wilayah ekspansi bisnis para pengembang mancanegara, terutama yang berasal dari Tiongkok dan Singapura. Contohnya, Country Garden Sdn Bhd yang baru memulai reklamasi di atas lahan seluas 2.000 hektar untuk proyek Forest City, hunian kota yang lengkap dengan fitur-fitur wisata.

Sebelumnya, Country Garden juga telah memulai pembangunan Country Garden @ Danga Bay. Proyek yang terdiri lebih dari 9.000 unit apartemen kelas menengah-bawah ini juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang.

Proyek-proyek Country Garden ini segera disusul oleg Ascendas, sayap bisnis pemerintah Singapura yang menggarap Nusa Jaya Tech Park, atau kawasan industri modern-terpadu. Setelahnya, datang Capita Land yang menggarap Somerset Service Residences, Keppel Land dengan Taman Sutera dan Taman Sutera Utama, dan Pacific Star Holdings yang memulai debut perdananya dengan proyek Puteri Cove Residences.

Tidak seperti Malaysia, baik Batam maupun Indonesia secara keseluruhan terkendala restriksi kebijakan yang sangat ketat dan kondisi infrastruktur yang masih kurang memadai. Restriksi kebijakan ini dapat dilihat dari belum diizinkannya orang asing membeli properti di Indonesia. Sementara itu, pembangunan infrastruktur baru mulai dijalankan secara simultan dalam satu tahun terakhir, seperti pembangunan mass rapid transit (MRT) di Jakarta.

Glen Chan, COO and President Pacific Star Holdings Pte Ltd  juga menambahkan, "Potensi pasar properti di Indonesia padahal luar biasa besar. Populasi penduduknya banyak, yakni sekitar 250 juta jiwa. Selain itu, Indonesia juga memiliki potensi untuk terus berkembang karena pertumbuhan ekonominya terbesar di kawasan Asia Tenggara, yakni sekitar 5 persen,"

 

Sumber: Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita