123 Selasa, 01 Juli 2014 | 10:52:51

Pembeli Properti Indonesia di Malaysia Naik 40 Persen

Pembeli Properti Indonesia di Malaysia Naik 40 PersenTumblr

Pasar properti Malaysia mulai “kebanjiran” pembeli asal Indonesia. Jumlah pembeli asing asal Indonesia di negeri Jiran tersebut terus meningkat dengan pertumbuhan 5 persen setiap tahunnya, atau sebanyak 40 persen terhitung sejak 2006 hingga awal 2014 lalu. Kota-kota di Malaysia yang “dibanjiri” pembeli asal Indonesia antara lain Kuala Lumpur, Penang, dan Johor, terutama kawasan Puteri Harbour.

Mungkin jumlah pembeli asal Indonesia di Malaysia meningkat karena harga properti di negeri “jarahan” lainnya sudah terlampau tinggi, yaitu mencapai empat kali lipat dari harga properti yang ada di Malaysia. Harga properti Malaysia yang masih terbilang kompetitif itu juga disebut-sebut sebagai faktor pendukung. Kisaran harga properti di Malaysia rata-rata senilai 300.000 ringgit Malaysia per unitnya, atau setara dengan Rp. 1,1 miliar.

 “Dengan jumlah pembelian properti dari warga Indonesia yang terus meningkat, Indonesia menempati posisi ketiga kelompok pembeli terbesar di Malaysia setelah Singapura dan Tiongkok” ungkap Glen Chan, Chief Operating Officer and President Pacific Star Holdings Pte Ltd.

Glen juga melanjutkan, bahwa bisnis properti di Malaysia menarik karena nilai jualnya berpotensi untuk terus naik. Hal ini merupakan dampak positif dari pengembangan besar-besaran untuk infrastruktur di Malaysia, seperti jaringan transportasi kereta berkecepatan tinggi (high speed rail rink) yang menghubungkan Singapura-Johor-Kuala Lumpur.

Ryan Khoo, Direktur Alpha Marketing juga mengemukakan pendapat yang sama. Menurutnya, terlampau mahalnya harga properti di Singapura membuka peluang tumbuhnya pasar baru, seperti di Malaysia.

“Pertumbuhan ini juga didukung oleh peraturan dari Pemerintah Malaysia yang terbilang ramah untuk para investor. Seperti pengenaan pajak yang ringan, suku bunga kredit properti rendah yang hanya sebesar 4 persen, tidak adanya batasan jumlah pembelian untuk orang asing, kemudahan paket kepemilikan, dan banyak lagi kemudahan lainnya,” imbuhnya.

Kemudahan-kemudahan diatas itulah yang akhirnya menggoda pembeli dan investor asal Indonesia. Apartemen kelas menegah-atas yang dikembangkan oleh Pacific Star juga telah “diborong” oleh orang Indonesia. Dihargai sekitar Rp. 2,5 miliar hingga Rp. 20 miliar per unit, sebanyak 8 persen dari total penjualan 660 unit datang dari pembeli Indonesia. Padahal, proyek ini baru akan dipasarkan secara resmi di Indonesia pada Agustus mendatang.

 

Sumber: Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita