85 Selasa, 01 Juli 2014 | 10:34:29

Pembeli Asing Meningkat, Australia Cemas

Pembeli Asing Meningkat, Australia CemasBloomberg

Meskipun aturan seputar pembelian properti oleh warga negara asing telah ditetapkan dan diperketat di Australia, di awal tahun ini tercatat adanya peningkatan jumlah pembelian properti oleh warga negara asing di negara kangguru tersebut. Angkanya pun cukup signifikan, jumlahnya bahkan memecahkan rekor pembelian.

UBS AG, badan financial global juga melaporkan bahwa selama 9 bulan terhitung sampai 31 Maret lalu, pembelian properti oleh warga negara asing dengan nilai  24.9 miliar dollar Australia, atau setara dengan Rp. 278 triliun telah disetujui oleh Australia. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar 93 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Pemerintah Australia juga menyadari hal tersebut. Kini, parlemen Australia tengah melakukan penyelidikan atas pembelian hunian oleh warga negara asing. Hal ini membuat Australia mencemaskan harga properti yang mungkin saja akan terdorong naik akibat maraknya permintaan properti dari luar negeri. Imbasnya, bisa-bisa harga properti di Australia tidak terjangkau untuk warga Australia sendiri.

Kecemasan ini tidak datang tanpa landasan. Menurut catatan RP Data-Rismrk Home Value Index, delapan negara bagian di Australia mengalami kenaikan harga hingga 10,7 persen dengan nilai rata-rata mencapai 545.000 dollar Australia. Angka ini dicapai hanya dalam kurun waktu 12 bulan terhitung hingga 31 Mei lalu.

“Permintaan pasar asing meningkat meskipun valuasi dan dollar Australia relatif mahal”, Scott Haslem dan George Tharenou, ekonom UBS menulis dalam laporannya, 27 Juni 2014 lalu.

Steven Hess, Senior Vice President for Sovereign Risk for Moody’s Investors Service sebelumnya juga mengungkapkan dalam pernyataan tertulisnya bahwa peningkatan harga rumah ini menunjukkan adanya resiko jangka menengah untuk perekonomian di Australia, sementara pasar properti setempat mengalami “koreksi” harga.

Namun ternyata kenaikan harga properti di Australia terjadi bukan hanya karena melonjaknya permintaan pasar asing. Menurut Christopher Kent, Assistant Governor of the Reserve Bank of Australia, peningkatan harga ini juga terjadi karena permintaan dalam negeri juga meningkat, sementara pasokan rumah masih terbatas.

Di tahun 2010 lalu, Australia telah memperketat peraturan tertulis seputar pembelian properti oleh pihak asing, berikut juga dengan penalti bagi yang melanggarnya. Pembeli asing diharuskan hanya membeli properti baru, dan jika pembeli merupakan temporary-residence (tidak tinggal secara tetap), persetujuan dari Foregign Review Board akan diperlukan, begitu juga dengan kewajiban untuk menjual kembali propertinya setelah meninggalkan Australia.

 

Sumber: Bloomberg

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita