182 Senin, 30 Juni 2014 | 16:01:22

Tiongkok Saingi Universal Studio dengan Movie Town Raksasa

Tiongkok Saingi Universal Studio dengan Movie Town RaksasaHouse Estate

“Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina”. Mungkin pribahasa itu sekarang sudah harus diganti menjadi “berliburlah sampai ke negeri Cina.” Cina yang memang sudah terkenal dengan beragam objek wisata yang dimiliki, mulai dari yang modern hingga wisata tradisional itu, kini tambah naik daun dengan destinasi wisatanya yang baru. Selain ragam obyek wisata yang bersifat natural di Pulau Hainan, sebelah selatan daratan Tiongkok, Cina kini memiliki destinasi wisata yang siap mengalahkan Universal Studio.


Adalah Mission Hills Movie Town, tujuan wisata baru yang dibagun di Haikou, Ibukota Hainan. Obyek wisata bertema film yang dibangun oleh Mission Hills Group ini juga menggandeng sutradara Feng Xiaogang dan perusahaan film Huayi Brothers Media dalam pembuatannya. Huayi Brothers sukses memproduksi banyak film yang diantaranya adalah The Forbidden Kingdom dan After Shock, sementara Feng Xiaogang terkenal karena pernah memenangi Academy Award pada tahun 2010 untuk film berbahasa asing terbaik.


Movie Town yang telah direncanakan sejak tahun 2011 ini dibangun di tanah seluas 90 ha. Sama seperti Universal Studio yang dibangun di AS, tempat wisata ini juga memiliki arena yang dirancang persis seperti studio film, lengkap dengan fasilitas perbelanjaan, lapangan golf, dan juga area penginapan. Tiga “main street” dengan replica berbeda dihadirkan di Movie Town ini, yang antara lain adalah suasana masa lalu dari beberapa film karya Feng, studio film terbesar di dunia seluas 8.000 m2, dan sebuah hotel butik dengan tema koleksi selebriti dunia.


Salah satu dari tiga “main street” yang dibuka untuk umum adalah jalan utama bernama 1942 street, yang diambil dari judul film Back to 1942. Jalan ini memiliki luas sebesar 250 meter persegi. Selain itu, ada juga studio seluas 5.000 meter persegi dan bagian utama yang berupa koridor sepanjang 280 meter. Di kanan dan kiri koridor ini  dihiasi 91 gedung berarsitektur campuran klasik-Cina yang biasa ditemui di  kota Chongqing, Wuhan, Nanjing dan Shanghai. Di sini, turis seakan diajak untuk menaiki mesin waktu ke empat kota yang berada di sepanjang Sungai Yangtze pada 1930-an dan 1940-an.


Dua “main street” lainnya, yaitu Nanyang Street dan Socialist Beijing Street, belum dibuka untuk umum. Nanyang Street yang merepresentasikan gaya arsitektural China Selatan dan Asia Tenggara itu baru akan dibuka tahun depan. Sementara Socialist Beijing Street yang mengangkat suasana ibukota Tiongkok di tahun 1950-1960-an itu baru akan dibuka tahun 2016.


Tempat wisata yang telah menghabiskan biaya sebesar 900 juta dollar AS ini diharapkan data menarik banyak wisatawan lokal maupun asing. Dr. Ken Chu, Chairman dan CEO Mission Hills menyatakan pada saat pembukaan awal Juni lalu, bahwa “Movie Town akan memperkuat status Haikou sebagai lifestyle resort utama di Hainan. Inilah yang akan menarik jutaan turis, baik dari daratan maupun dari luar negeri.” Lebih dari 10.000 orang berkungjung ke Movie Town ini pada hari pembukaan, diantaranya termasuk seribu bintang film ternama asal Hong Kong dan Tiongkok.


Movie Town hanyalah salah satu dari serial pembangunan megaproyek di Mission Hills Haikou. Di dekatnya, sudah berdiri Mission Hills New Town yang di dalamnya mencakup sejumlah pusat belanja, Lan Kwai Fong entertainment district, aneka fasilitas hiburan serta tiga hotel baru: Ritz Carlton, Renaissance, dan Hard Rock Hotel.


Mission Hills Haikou sendiri sudah memiliki sebuah hotel resort dengan 539 kamar yang dikelilingi oleh 10 lapangan golf, serta dilengkapi dengan spa resort terbesar sejagat (20.000 m2) yang sudah diakui oleh Guinness World Records.



Sumber: House Estate

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita