128 Senin, 30 Juni 2014 | 10:17:23

Gregory Project: Sejahterakan Tuna Wisma

Gregory Project: Sejahterakan Tuna WismaDesign Boom

Tidak hanya di Indonesia, angka tunawisma yang ada di seluruh dunia telah menjadi sumber kekhawatiran yang besar, dan hal ini telah berlangsung selama bertahun-tahun. Tidak hanya struktur hokum dari pemerintah, tapi koordinasi keterampilan dalam bidang sosio-psikologis dan administrasi juga diperlukan untuk mengatasi masalah ini. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah “Gregory Project”.


Gregory Project, atau proyek Gregory ini dirancang oleh DesignDevelop dengan tujuan utama yang mulia, yaitu untuk memenuhi kebutuhan orang yang tidak memiliki tempat tinggal dengan menggunakan billboard mereka sebagai hunian.


Dengan memanfaatkan sudut-sudut kota yang marak oleh pemasangan iklan billboard dengan harga menggunung, DesignDevelop mengirimkan proposal kepada pemerintah setempat untuk menambahkan fungsi billboard menjadi bukan sekedar papan iklan, namun juga hunian.


Rumah billboard tersebut hanya akan memerlukan biaya perawatan yang minimal. Biaya ini bahkan dapat dibayar dari biaya sewa billboard itu sendiri. Para arsitek juga menambahkan, cara ini dinilai jauh lebih murah daripada biaya listrik yang diperlukan untuk pencahayaan billboard di malam hari.


"Kami mencoba untuk memaksimalkan fungsinya. Kami juga menemukan bahwa pencahayaan billboard bisa disimpan sepenuhnya dan digunakan untuk menutupi kebutuhaan cahaya di dalam ruangan,” ujarnya
Penelitian ini berlandaskan pada temuan para arsitek tersebut di kota Baska Bystrica, Republik Slovakia. Konsep rumah billboard dapat dengan sangat mudah diterapkan di kota ini karena sumber air dan energi nya yang begitu melimpah. Meskipun nampaknya proyek ini dapat diterapkan dimana saja, penelitian lebih lanjut untuk mencari tempat dimana rumah billboard ini dapat berdiri juga harus didahulukan.


Selain tempat, hal lain yang harus dipikirkan terlebih dahulu sebelum proyek ini dijalankan adalah perusahaan dan investor yang akan bergabung dalam realisasi atau sewa jangka panjang dari rumah-rumah billboard tersebut. Pihak-pihak yang berpartisipasi akan diberikan logo resmi yang dapat mereka pasang baik di web mereka maupun dalam bentuk badan promosi lainnya. Nilai tambah lain dari proyek ini adalah tersedianya pilihan untuk perusahaan yang ikut berpartisipasi untuk membantu perusahaan lain yang sejenis dalam program bertajuk Corporate Social Responsibility (CSR).


Menurut proposalnya, Designdevelop menggunakan bentuk segitiga dari rumah billboard itu untuk dibagi menjadi dua ruangan. Ruangan pertama terdiri dari pintu masuk, dapur, meja kantor, tangga, serta tempat tidur. Sementara itu, ruangan penyimpanan tersedia persis di bawah kamar tidur.

Ruangan kedua terdiri dari kamar mandi dengan wastafel yang terletak di lemari dan toilet. Material-material yang digunakan untuk rumah billboard ini antara lain balok kayu, dasar beton, papan untai berorientasi, kayu atau baja, tangga, dan dua jendela.


Sumber: Design Boom

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita