175 Sabtu, 28 Juni 2014 | 14:10:53

Bank Sentral Inggris Perketat Dana KPR

Bank Sentral Inggris Perketat Dana KPRGoogle Image

Pemerintah di sejumlah negara memilih untuk memperketat dana KPR untuk meredam pasar properti yang memanas. Selain Amerika Serikat dan Indonesia, Bank sentral Inggris, Bank of England (BOE), juga berencana untuk menggunakan kebijakan serupa. BOE akan menggunakan cara ini untuk “mendinginkan” pasar properti Inggris yang mulai memanas.


Mark Carney, Gubernur BOE mengatakan bahwa peraturan tersebut akan dikeluarkan karena pemerintah merasa toleransi yang diberikan sudah dan kondisi pasar properti belakangan ini dikhawatirkan akan semakin meledak, terutama di kota London dan wilayah timur-laut Inggris. Lain seperti Indonesia yang kebijakan KPRnya diperuntukkan untuk para konsumen, Inggris memberikan kebijakan tersebut langsung ke pihak perbankannya. Untuk nasabah yang rasio kredit terhadap pendapatannya 4,5, jumlah total KPR yang didapat tidak boleh lebih dari 15 persen. Aturan yang diberikan melalui Komite Kebijakan Keuangan ini akan berlaku mulai 1 Oktober 2014.


Carney juga menambahkan bahwa jika sebelumnya penilaian pada kemampuan membayar nasabah hanya sebatas jika ada kenaikan suku bunga sebesar 1 persen, penilaian ini akan lebih diperketat. Calon pembeli harus dapat menunjukkan kemampuannya dalam membayar cicilan jika kenaikan suku bunga meningkat hingga 3 persen “Selain dilakukan untuk melindungi kredit jika pertumbuhannya lebih besar daripada pertumbuhan pendapatan, hal ini juga dilakukan untuk melindungi nasabah dari risiko gagal membayar akibat jumlah hutang membengkak. Karena jika kondisinya begitu, hal ini akan membahayakan perekonomian,” ujarnya.


Rasio pinjaman terhadap pendapatan (loan-to-income atau LTI) merupakan acuan untuk mengukur kemampuan calon pembeli berdasarkan pendapatannya per tahun. Tidak seperti di Indonesia, penilaian kemampuan nasabah di Inggris didapat dari jumlah KPR yang bisa diberikan kepada nasabah dihitung dari lipatan pendapatannya. Rasionya mulai dari 3 hingga lebih dari 4,5 persen. Misalnya calon pembeli berpendapatan 50.000 poundsterling per tahun, maka rasionya 3, atau jumlah KPR yang bisa didapat 3 kali pendapatan tahunannya. Dengan perhitungan ini, jumlah KPR yang bisa ia dapatkan senilai 150.000 poundsterling.

Mencegah ledakan properti
Peledakan property di Inggris mulai megkhawatirkan pihak otoritas. Terlebih lagi setelah badan statistik nasional Inggris (Office for National Statistics atau ONS) mengumumkan bahwa peningkatan harga rumah di London melonjak hingga 18,7 persen per tahun.  Harga rumah di Inggris juga meningkat hingga 9,9 persen pada April 2014, dari bulan sebelumnya  yang hanya 8 persen.


Carney juga menambahkan bahwa akan banyak resiko yang adidapat jika properti di Inggris mengalami peledakan. “Warisan hutang yang tinggi dan ketidakseimbangan struktural akan mengganggu stabilitas keuangan yang jika dibiarkan. Hal ini juga dapat merusak daya tahan ekspansi ekonomi,” jelasnya.


Paul Smee, General Director the Council of Mortgage Lenders (CML) mengatakan bahwa aturan KPR yang diperketat itu memang meyakinkan dan dapat menjamin jika terjadi guncangan. “Batasan jumlah KPR di bank yang tidak boleh lebih dari 15 persen  bagi nasabah yang memiliki rasio pinjaman terhadap pendapatannya 4,5 itu kemungkinan akan berdampak pada pasar London, dan dampaknya akan lebih besar daripada pasar di wilayah lain,” ujarnya. Pasalnya, secara nasional, nasabah baru dengan KPR berasio LTI 4,5 kali atau lebih jumlahnya hanya  9 persen, sementara di London sebanyak 19 persen.

Suku Bunga
Pemerintah pusat Inggris menyatakan bahwa aturan yang sama juga akan diberlakukan pada skema pinjaman Help to Buy. Program yang diluncurkan pada Oktober tahun lalu itu ditujukan untuk membantu pembelian rumah pertama.  Sebelumnya, George Osborne, Menteri Keuangan Inggris sudah mengatakan pada awal bulan, bahwa akan ada pembatasan pada program Help to Buy. “Kami sangat mendukung langkah tersebut, karena dengan  melindungi keamanan ekonomi kita, jaminan terhadap risiko yang mungkin akan terjadi pada pasar perumahan kita juga membaik,” imbuhnya.


Sebenarnya, saat ini tingkat suku bunga di Inggris terbilang rendah, hanya 0,5%. Namun beberapa analis berpendapat bahwa BOE akan menaikkan suku bunga tersebut. Pada awal bulan ini, Carney sempat mengatakan bahwa pihaknya akan menaikkan suku bunga lebih cepat daripada ekspektasi pasar. Padahal sebelumnya, banyak investor yang mengira bahwa suku bunga belum akan naik hingga tahun 2015.


Sumber: CNBC, Telegraph UK, dan Financial Times

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita