202 Sabtu, 28 Juni 2014 | 12:22:40

Apartemen Tertinggi di Melbourne: Australia 108

Apartemen Tertinggi di Melbourne: Australia 108Tumblr

Pemerintah wilayah Victoria akhirnya menyetujui pembangunan gedung pencakar langit, Australia 108, setelah diperjuangkan selama bertahun-tahun. Gedung yang berlokasi di Southbank Boulebard nomor 70 ini disebut-sebut akan menjadi gedung tertinggi di Melbourne. Jika berlandaskan pada standard Council on Tall Buildings and Urban Habitat  (CTBUH), gedung setinggi 319 meter dengan 100 lantai ini akan menempati posisi tertinggi kedua di Australia. “Gedung ini akan lebih tinggi dari Eureka Tower,” ujar Matthew Guy, Menteri Infrastruktur Australia.


Eureka Tower, gedung apartemen yang saat ini menempati posisi gedung tertinggi di Melbourne, memiliki tinggi 297 meter. Sama seperti Eureka Tower, Australia 108 juga akan berfungsi sebagai apartemen merangkum lebih dari seribu unit hunian tipe 1-3 kamar tidur. Selain dua gedung ini, pencakar langit lain yang juga sudah menghias langit Australia adalah Q1 Tower. Gedung apartemen setinggi 323 meter dan 78 lantai ini berlokasi di Gold Coast.


Menurut data CTBUH, gedung tertinggi di Australia yang akan bergabung menghiasi langit benua kangguru ini adalah Aspire Paramatta. Walaupun hanya 90 lantai, gedung yang rencananya akan difungsikan sebagai hotel dan apartemen ini akan memiliki tinggi 336 meter. Dibangun oleh Aspial Corporation, gedung yang berlokasi di daerah Paramatta ini rencananya akan selesai di tahun 2018. Pembangunan ini lebih cepat 1 tahun dari pembangunan Australia 108 yang rencananya akan selesai di tahun 2019. Pengembang asal Singapura ini juga berencana untuk membangun pencakar langit lain di Australia. Gedung setinggi 83 lantai ini rencananya akan di bangun di dekat Pasar Queen Victoria, di Jalan A’Beckett.


Nonda Katsalidis, arsitek campuran Australia-Yunani adalah otak dibalik rancangan gedung Australian 108, ia banyak dikenal untuk merancang gedung-gedung mahal.  Walaupun rencana awalnya Australia 108 hanya memiliki tinggi 319 meter, tingginya akhirnya ditingkatkan menjadi 388 meter. Ijin pemerintah yang telah diberikan untuk peningkatan ketinggian itu, tetapi akhirnya dicabut karena gedung tersebut berlokasi di kawasan keselamatan operasi penerbangan dari Bandara Essendon. Akhirnya ketinggian gedung kembali ke rencana awal, desainnya yang menyerupai bintang yang menyembul dari tumpukan lantai juga tidak diubah.

Pro-kontra
Bersamaan dengan dikeluarkan persetujuan untuk Australia 108, gedung tinggi lain juga disetujui, dengan ketinggian di bawah 100 lantai. Gedung-gedung ini rencananya akan berlokasi di Elizabeth Street dan Queensbridge Street, Southbank, masing-masing dengan tinggi 75 dan 54 lantai. Seluruhnya memiliki nilai investasi 830 juta dolar Australia.


Dilansir dari Guy, pembangunan ketiga gedung itu akan menyerap 5.800 tenaga kerja konstruksi dan akan memiliki kapasitas sebesar 4.000 orang, sehingga kepadatan kota akan meningkat.  “Pusat kota Melbourne adalah area yang memiliki layanan superior, seperti fasilitas dan jalur transportasinya. Potensi inilah yang akan menarik banyak orang untuk pindah ke sini,” katanya. Ketiga gedung itu dianggap penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah Victoria karena akan memberi tambahan pasok hunian bagi warga Melbourne.
Tapi pembangunan hunian yang menjulang itu diiringi berbagai pro dan kontra. Michael Buxton, Associate Professor of Environment and Planning dari RMIT, adalah salah satu yang kontra. Menurutnya, pembangunan gedung dengan banyak lantai itu tidak menjamin tidak akan terjadi lagi pengembangan tersebar (urban sprawl) di Melbourne. “Walaupun pemerintah mengatakan hal tersebut bisa menarik tekanan dari daerah lain, hal itu tidak mungkin terjadi. Hal ini dikarenakan pasarnya berbeda dan hal tersebut tidak akan mengurangi tekanan di daerah pinggiran,” ujarnya kepada 774 ABC Melbourne.


Buxton bahkan berpendapat bahwa pemerintah tidak memiliki pedoman rancang bangun yang cukup kuat untuk membangun gedung-gedung pencakar langit.  Kesimpulannya adalah, semakin besar pembangunan, semakin makin besar pula dampak yang ditimbulkan. Konsekuensi penyebaran yang harus diawasi juga semakin banyak. “Pemerintah tidak bisa tegas mengambil tindakan karena gedung-gedung ini merupakan sumber investasi,” tambahnya Buxton.


Sumber: Housing Estate

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita