200 Kamis, 26 Juni 2014 | 10:38:08

Dijual: Tambang Emas Terselubung dalam Hunian

Dijual: Tambang Emas Terselubung dalam HunianTelegraph UK

Banyak dari pembeli properti berharap bahwa hunian mereka akan menjadi “tambang emas” untuk mereka, tentu saja ini hanya ungkapan kiasan. Dengan transaksi jual-beli hunian yang ada, diharapkan pasar properti dapat perkembang. Bahkan beberapa properti yang terjual mampu menghasilkan pemasukkan yang lumayan untuk pemiliknya yang telah memasuki masa pensiun.


Di Arizona, Amerika Serikat, sebuah hunian bahkan dijual dengan sesuatu yang lebih menjanjikan: tambang emas yang bukan hanya sekedar kiasan. The Octave Estate tidak terlihat seperti hunian yang mewah. Hunian ini hanya berupa 107 hektar tanah tandus dengan populasi terbesar hanya berjumlah kurang dari 2,000 jiwa. Selain kaktus dan kadal, tidak terlihat banyak tanda-tanda kehidupan. Tetapi, hunian yang dihargai 5,9 juta US dolar yang sudah termasuk pajaknya ini tidak sesederhana kelihatannya. Di bawah tanah hunian ini, terbentang jalur sepanjang 25 mil yang akan membawa anda ke pertambangan terkaya di negara ini.


Walaupun bisnis pertambangan emas tidak se“meledak” dulu, pebisnis kecil di Amerika mulai tertarik untuk merambah bisnis ini kembali. Hunian ini termasuk salah satu yang memenuhi harapan mereka. Rumah kecil yang dengan pembangkit listrik sinar matahari yang “menghuni” lahan emas ini merupakan satu-satunya kekhawatiran yang para calon pembeli perlu khawatirkan. Haruskah dirubuhkan?


Menurut sejarah yang tercatat, emas ditemukan di Arizona di akhir abad ke 18. Biarpun begitu, negara-negara di sekitar Octave baru mulai tertarik akan bisnis perjual-belian emas di tahun 1862. Pauline Weaver, seorang pria asa Tennesse menemukan banyak emas di bagian timur sungai Colorado. Penemuannya inilah yang memulai maraknya pencarian emas di area tersebut, yang banyak ditambang di abad berikutnya.



Sumber: Telegraph UK

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita