279 Rabu, 25 Juni 2014 | 10:22:27

Satu Juta Rumah Kosong, Inggris Terancam Pecah

Satu Juta Rumah Kosong, Inggris Terancam PecahTumblr

Ironis sekali, di tengah kondisi kekurangan pasokan hunian baru dimana-mana, Inggris dan Wales justru memiliki lebih daru satu juta hunian tak berpenghuni. Kondisi inilah yang dinilai dapat mengancam perpecahan di kalangan masyarakat Inggris.

Kantor Statistik Nasional (ONS) mengutip data terakhir tahun 2011, bahwa terdapat 1,1 juta rumah yang dibiarkan kosong dan tidak berpenghuni. Jumlah ini meningkat sebanyak 185.000 selama lebih dari 1 dekade. Sementara itu, permintaan untuk diadakannya hunian baru juga semakin bertambah.

Data statistic ONS juga menunjukkan bahwa 18 persen dari total jumlah rumah tak berpenghuni tersebut hanya dijadikan sebagai alat investasi, jumlah inipun telah naik sebanyak 12 persen dari sepuluh tahun sebelumnya.

Dan Wilson Craw, juru bicara Generation Bent pun akhirnya angkat bicara, “Statistik hari ini mengkonfirmasi bahwa pasar perumahan Inggris telah rusak, dan berpotensi menciptakan perpecahan di kalangan masyarakat. Orang kaya mampu membeli rumah sebanyak mungkin dan membiarkannya kosong atau disewakan, sementara banyak orang yang tidak bisa membeli dipaksa untuk menyewa rumah sempit dengan harga tinggi.”

Ia juga melanjutkan bahwa pemerintah tidak memiliki rencana ataupun keinginan untuk mengatasi keadaan ini dengan skema bantuan pembelian. Kalangan masyarakat dengan penghasilan rendah (MBR) pun dipaksa untuk menyewa rumah-rumah investasi milik orang-orang kaya.

 

Ledakan populasi

Menurut Federasi Perumahan Nasional, lepas dari “tren” rumah-rumah investor yang kosong, kebutuhan rumah yang terjadi diiringi oleh jumlah populasi yang juga meningkat. Kondisi yang sangat dikhawatirkan ini dipastikan akan memberi tekanan yang lebih besar lagi untuk penambahan pasokan rumah baru.

Bagaimana tidak mengkhawatirkan, dalam kurun waktu tahun 2001-2011 saja sudah ada sekitar 6,9 juta anak yang lahir di Inggris. Jumlah ini juga akan mempengaruhi jumlah calon pembeli rumah pertama. Sementara itu, pasokan rumah baru yang berhasil dibagun hanya sebanyak 1,6 juta unit dalam periode yang sama. Jumlah yang sangat tidak seimbang. Menurut prediksi Federasi Perumahan Nasional, sebanyak sekitar 40 persen kebutuhan rumah akan melonjak pada tahun 2020 mendatang.

Pemerintah Inggris pun juga menguatkan data tersebut. Sekitar 290.500 kebutuhan rumah baru bertambah setiap tahunnya hingga tahun 2030 mendatang. Ironisnya, jumlah rumah yang tersedia hanya setengah dari jumlah kebutuhan tersebut.

Beberapa investor properti tetap bertahan dengan keputusannya untuk membeli rumah dan menjadikannya instrument investasi dengan harapan dapat meraup keuntungan berlipat dari kenaikan harga. Perilaku para investor inilah yang disebut-sebut menjadi dalang dari habisnya pasokan hunian di pasar, yang berdampak pada naiknya harga jual.

 

Sumber:

LB Times

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita