105 Rabu, 25 Juni 2014 | 09:24:23

Malaysia Berhasil Kontrol Praktik Spekulasi Properti

Malaysia Berhasil Kontrol Praktik Spekulasi PropertiTumblr

Seperti yang telah diulas sebelumnya, harga hunian di Malaysia mengalami tekanan mulai dari kuartal akhir 2013 lalu. Namun hebatnya, negeri Jiran ini mampu mengkontrol praktik spekulatif sehingga istilah industri properti Malaysia berada di “ujung tanduk” pun dapat terhindarkan.


Bank Negara Malaysia menganggap keberhasilan mereka dalam mengendalikan praktik spekulatif ini didukung oleh meningkatnya pasokan dari sejumlah skema untuk membantu pembiayaan kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Skema-skema tersebut antara lain My First Home, MyHome, dan PR1MA.


Dewan Perumahan Nasional juga turut ambil andil dalam mendukup pertumbuhan pasar properti Malaysia yang lebih sehat mulai tahun ini. Dewan ini bertugas untuk mengembangkan rencana dan strategi secara holistik, mengkoordinasikan mekanisme harga properti dan aspek hukum yang berlaku, serta memastikan penyediaan rumah dengan cara yang lebih cepat dan efisien.


Bank Negara Malaysia mengatakan bahwa langkah-langkah di atas tersebut telah membantu untuk mengatasi pembelian spekulatif secara efektif. Buktinya, KPR rumah kedua, ketiga, dan seterusnya mengalami penurunan cukup besar yaitu sekitar 4% dari angka yang sebelumnya sebesar 15,8%.


Bank Negara Malaysia juga menambahkan, “Pemberlakuan rasio kredit terhadap nilai agunan (loan to value atau LTV) di atas 70 persen juga telah menyusut menjadi 46,6 persen. Sebelumnya pada 2012 sekitar 50,1 persen. Tentu saja, kondisi ini kami anggap memberikan ruang yang aman bagi perbankan,"


Standar kualias portofolio KPR telah ditingkatkan dengan ketegasan penilaian property, di antaranya yang dipertimbangkan antara lain tingkat pembangunan di lokasi tertentu, kepadatan penduduk, potensi pasar (permintaan), serta jumlah dan nilai omset properti di daerah sekitarnya.


"Keuntungan lebih rendah dari pembiayaan telah diterapkan oleh bank-bank untuk produk KPR-nya di lokasi yang berpotensi mengalami kenaikan harga yang lebih kuat," tutupnya.


Sumber:
The Star MY

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita