18 Senin, 23 Juni 2014 | 12:13:05

Observer Ethical Awards 2014 Untuk Lancaster CoHousing

Observer Ethical Awards 2014 Untuk Lancaster CoHousingLancaster CoHousing UK

Observer Ethical Award adalah penghargaan yang khusus diberikan kepada mereka yang dinilai bisa menginspirasi lingkungannya, baik dalam skala lokal maupun global. Media besar ini menyebut Cohousing buatan Jon Soar sebagai green hero.

Jon Soar meraih Oberserver Ethical Awards di tahun 2014, dan kemenangan ini berawal dari diskusi yang dicanangkan olehnya pada pertengahan tahun 2000 agar dapat tinggal berdekatan dengan teman-temannya di lingkungan yang baik di dalam Kota Lancaster, Inggris. “Kami sangat ambisius, bersemangat dengan isu lingkungan dan ingin melakukan suatu perubahan besar dalam cara menjalani hidup,” katanya. Menurutnya, hasil yang didapat jauh lebih besar dari yang mereka pernah diskusikan sebelumnya.

Sekitar 4,8 km dari pusat kota, di tepi sungai Lune, tepatnya di lahan seluas 3,6 ha di Halton Mill, berdirilah 41 rumah. Tidak hanya pemandangan sungai dengan air jernih yang indah, tetapi lingkungan sekelilingnya juga masih rimbun. Sebuah perumahan yang menjadi penghubung ke jalan besar, lengkap dengan fasilitas perumahan pada umumnya. Uniknya lagi, komplek perumahan ini memiliki aula serbaguna untuk sekedar berdiskusi sampai mengadakan acara, lengkap dengan dapurnya. Di aula ini juga tersedia area berkerja, tempat bermain anak, ruang cuci dengan beberapa mesin cuci, bahkan kamar tidur tamu.

Tipe rumah di perumahan ini ada beberapa jenis, yaitu ukuran 44-55m2 (tipe loft dengan 1 bed flat), 65m2 (2 lantai dengan 2 bed house), dan 81-98m2 (3 bed house, 2 lantai). Meskipun tipe yang besar menyediakan area privat, dapur, dan ruang keluarga, namun kebanyakan pembeli dan penyewa memilih rumah yang lebih kecil. Karena untuk ruang keluarga yang besar, mereka dapat memanfaat aula bersama tadi, sesuai prinsip cohousing, yaitu kebersamaan. Penghuninya pun cukup beragam, mulai dari keluarga, single, sampai para manula.

Meskipun lebih diarahkan untuk end users (penghuni tetap), pembeli diperbolehkan untuk menyewakan huniannya kepada orang lain. Namun syaratnya diperketat, ditambah harus mendapatkan persetujuan dari penghimpunan penghuni yang ada di sana. Karena permintaan penyewaan terus berdatangan, dibuatlah 6 unit rumah lain dengan status free hold (bebas sewa) yang disebut Terrace Houses. Unit ini memiliki kamar tiga, taman, dan area parkirnya sendiri. Dibangun didepan area yang berbentuk memanjang, unit-unit ini lebih ditujukan bagi pemilik yang enggan menggunakan fasilitas di aula serba guna bersama dengan penghuni lainnya.

Oberver memuji hunian ini sebagai pencapaian yang mengagumkan. Karena tidak hanya lingkungan hunian yang terjaga keasriannya, tetapi bangunanya juga didesain dengan sangat efisien. Hunian ini sanggup membangkitkan daya bagi 300 rumah dan hasil penjualan listriknya dijadikan sumber dana untuk proyek-proyek komunitas ini. Selain tenaga air, pembangkit listrik juga didapat dari cahaya matahari, karena di seluruh atap bangunan telah dipasangkan solar cell.

Soar yang berprofesi sebagai ekolog, harus bertindak juga sebagai pengembang untuk membangun lingkungan ini. Bukannya ia tidak mau untuk membuat pekerjaannya lebih praktis dengan bekerjasama dengan pengembang, tetapi Soar menganggap pengembang seringkali berlaku curang dengan menaikkan harga tanah yang akan digarap. Sebelum lahan ini ditemukan, para pengembang menawarkan 4 lokasi lain, yang sampai hari ini, belum dibangun proyek apapun.

Co-housing, begitulah hunian buatan Soar ini disebut, banyak menawarkan berbagai kelebihan. Mulai dari kerukunan dan kebersamaan tetangga, lingkungan yang bisa menghasilkan sendiri, dan berbagi energi, dan banyak lagi lainnya. Lalu, kekurangannya apa? Penghuni akan dihadapkan oleh banyaknya undangan untuk pertemuan. Maklum, setiap keputusan harus melalui rapat perhimpunan penghuni.

 

(Sumber: Observer & Lancaster CoHousing UK)

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita