119 Senin, 23 Juni 2014 | 09:49:48

Alasan Tiongkok Jajah Pasar Properti Malaysia

Alasan Tiongkok Jajah Pasar Properti MalaysiaAzlitaMasamManis

Akhir-akhir ini, Malaysia diramaikan oleh isu pembangunan proyek oleh pengembang asal Tiongkok yang telah membuat pemerintah Singapura “kegerahan”. Namun, bukan tanpa alasan investor dan pengembang megaproyek asal Tiongkok ini secara agresif masuk ke pasar properti Malaysia.

Mereka berani dan tertarik untuk membangun proyek dengan skala raksasa di negeri jiran tersebut karena Malaysia dinilai memiliki kondisi politik dan ekonomi yang stabil. Selain itu, biaya masuk yang rendah, kesamaan budaya, bahasa, dan perlambatan pasar properti di Tiongkok sendiri menjadi faktor yang memperkuat niat mereka untuk “menjajah” pasar properti Malaysia.

Singapura sendiri dikeluarkan dari “daftar jajahan” karena harga lahannya yang terlalu mahal. Begitu juga dengan bea masuk, pajak, ongkos properti, dan juga kondisi pasar properti nya yang belum pulih dan stabil.

Selain Singapura, Vietnam juga tidak dijadikan sasaran untuk menghindari kerusuhan yang dipicu oleh sentimen anit-Tiongkok yangt terjadi baru-baru ini di negeri tersebut. Kondisi-kondisi inilah yang membuat Vietnam dinilai memiliki risiko politik sangat tinggi yang berpengaruh pada ketidakamanannya berinvestasi properti di sana.

Salah satu pengembang asal Tiongkok berpendapat, "Berinvestasi properti di Vietnam terlalu berisiko, menyusul kerusuhan besar yang terjadi akhir-akhir ini. Risiko tidak sepadan dengan nilai investasi,"

Filipina-pun tidak terpilih karena Tiongkok dan negara ini tidak menjalin hubungan politik dan diplomatik yang cukup kondusif selama bertahun-tahun. Hubungan yang “tidak akur” ini tentunya berpengaruh pada ekspansi bisnis para pengembang.

Arus capital pengembang Tiongkok yang masuk ke Malaysia memang sedang deras-derasnya, terutama kawasan pertumbuhan bisnis baru di Iskandar Malaysia, Johor. Seluas 2.000 hektar akan dibangun untuk Forest City, salah satu proyek raksasa di Malaysia yang dijalankan oleh pengembang asa Tiongkok.

Proyek yang merupakan kerjasama Kumpulan Prasarana Rakyat Johor (KPRJ) Malaysia dengan Country Garden Holdings Co Ltd akan mencakup hunian mewah, properti komersial pusat belanja, resor, hotel, perkantoran, taman, destinasi rekreasi, dan lain-lain.

Forest City di”ramalkan” akan menjadi proyek reklamasi terbesar di Malaysia dan akan menjadi ikon dan tujuan utama wisata yang baru di Johor. Lokasinya yang begitu dekat dengan second link Singapura inilah yang membuat Singapura kelimpungan bukan main.

Pemerintah Singapura bahkan telah mengajukan permintaan pemberian laporan analisis dampak lingkungan (amdal) dari pihak pengembang karena proyek tersebut dinilali berdampak negatif pada lingkungan lintas batas tersebut.

Sebagai jawabannya, pihak pemerintah Malaysia menjamin bahwa pembangunan proyek ini telah memenuhi amdal sesuai yang ada di dalam Undang Undang Kualitas Lingkungan Hidup Tahun 1974.

 

Sumber:

The Star MY

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita