141 Rabu, 18 Juni 2014 | 12:12:50

Menara Setinggi 1 kilometer di Tiongkok

Menara Setinggi 1 kilometer di Tiongkokchetwood architects

Tower-tower tertinggi di dunia banyak dibangun di Dubai, Uni Emirat Arab. Contoh saja, Burj Khalifa sebagai tower tertinggi di dunia dengan ketinggian mencapai 828 meter. Tak mau kalah dengan tower-tower di Dubai, Jeddah juga akan membuat rekor baru dengan menara tertinggi mencapai 1 kilometer, yakni Kingdom Tower. Tak hanya di kedua negera ini, nyatanya Tiongkok juga akan menyiapkan tower tertingginya yang diberi nama menara kembar Phoenix Towers dengan ketinggian 1 kilometer yang akan dibangun oleh Huayan Group.


Menara kembar yang akan dibangun di Huayun ini terinspirasi oleh simbol tradisional Tiongkok dengan menggabungkan prinsip laki-laki dan wanita menjadi keseimbangan yang sempurna. Arsitek asal Inggris, Chetwood Architects merancang kedua bangunan supertinggi ini saling tergantung. Nantinya Phoenix Towers akan dilengkapi dengan teknologi-teknologi canggih lainnya, seperti panel surya, cerobong termal, sistem pemanenan air hujan, dan turbin angin.  Phoenix Towers juga akan dijadikan katalis lingkungan di Kota Wuhan.


Konsep ini seakan-akan menyatukan unsur laki-laki (feng) dengan unsur wanita (huang) ke dalam energi yang terbarukan. Kedua menara ini akan menjadi tolak ukur demi keberlanjutan pembangunan di Kota Wuhan.


Menara kembar setinggi 1 kilometer ini akan dibangun di area selua 47 hektar di sebuah pulau yang sekelilingnya adalah danau. Jika proyek ini selesai makan ketinggian dua menara kembar ini akan sama seperti Kingdom Tower yang dibuat di Jeddah dengan desain arsitek dari Adrian Smith+Gordon Gill Architects. Apakah ke depannya akan ada yang menyaingi kedua tower setinggi 1 kilometer ini?


Sumber: Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita