280 Sabtu, 14 Juni 2014 | 15:28:40

Proyek Malaysia Padati KLIA Aeropolis

Proyek Malaysia Padati KLIA AeropolisKLIA MTB & Tower

Lagi-lagi pengembang Malaysia ingin menarik sejumlah investor agar mau berbisnis di negerinya dengan melakukan proyek baru yang berdekatan dengan terminal utama bandara internasional Kuala Lumpur (KLIA). Rencananya proyek ini akan dibangun pada lahan perkebunan kelapa sawit yang dialihgunakan menjadi tempat rekreasi.


Memang nyatanya pertumbuhan kondisi di sekitar KLIA Aeropolis semakin cepat karena banyaknya dibangun permukiman-permukiman baru. Perkembangan di sekitar KLIA Aeropolis nantinya akan ditambah dengan proyek theme park ini, selain itu ada pula pembangunan gedung konser serta lapangan golf. Pengembang terbesar di Jepang, Mitsui Fudosan Co, juga ikut bekerja sama dengan sebuah factory outlet lokal yang akan membuka gerainya di sekitaran KLIA Aeropolis.


“Dengan sudah menjamurnya pengembangan permukiman-permukiman baru di dekat bandara, pertumbuhan KLIA Aeropolis akan semakin cepat,” kata Faizal Mansor, Chief Financial Officer MAHB.


Nantinya area pengembangan ini meliputi pembangunan theme park yang memiliki luas lebih dari 202 hektar, kemudian area logistik sebesar 121 hektar, selebihnya, 40 hektar digunakan untuk perkantoran. Malaysia Airport Holding Bhd  (MAHB) kini sudah menguasai 9.000 hektar untuk proyek tersebut.


Malaysia Airport Holding Bhd  (MAHB) sendiri memiliki rencana untuk menjadikan Malaysia sebagai pusat kargo di luar Singapura dan Bangkok. Demi terealisasinya hal itu, MAHB akan membangun bekas lahan budget terminal menjadi logistik hub sebagai fasilitas kargo.


“Kalau ini terwujud Malaysia akan berperan lebih besar dalam pasar kargo udara,” ujar Khair Mirza, Senior General Manager Perencanaan MAHB.


 Sumber: Housing Estate

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita