217 Kamis, 12 Juni 2014 | 15:04:27

Berbisnis Konstruksi di Arab Saudi

Berbisnis Konstruksi di Arab SaudiShutterstock

Kini banyak solusi berbisnis bagi siapa pun yang menginginkannya. Bisnis konstruksi atau properti juga bisa menjadi pilihan yang baik sebagai solusi berinvestasi. Apalagi didukung dengan minat pasar yang tinggi, hal ini tentu akan berpotensi. Seperti berbisnis konstruksi di Kerajaan Arab Saudi.  Arab Saudi di tahun 2010 sampai dengan tahun 2014, memiliki indikasi pasar konstruksi hingga USD201 miliar.


Di tahun ini bahkan di tahun-tahun mendatang, Kerajaan Arab Saudi sudah memiliki beberapa rencana pembangunan konstruksi . Tahun ini saja Arab Saudi mengontrakkan proyek konstruksinya dengan total  USD75,6 miliar. Dan tiga tahun mendatang, sudah memiliki rencana pekerjaan konstruksi senilai USD195,4 miliar. Hal ini tentu membuat Arab Saudi memiliki potensi pasar konstruksi yang sangat menggiurkan.


Nyatanya Kerajaan Arab Saudi dinilai memiliki beberapa faktor penunjang sehingga KSA menjadi wilayah dengan situasi bisnis dan investasi yang aman. Beberapa faktor tersebut di antaranya, memiliki stabilitas dalam bidang keuangan, politik juga keamanan. Memiliki sistem perekonomian serta kebijakan perdangan dan pasar yang semakin terbuka. Nilai tukar mata uang yang stabil juga menentukan KSA di bidang investasi konstruksi ini.


"Bahkan berdasarkan data dari The World Bank, pada tahun 2014, Arab Saudi menempati urutan ke-26 dari 189 negara dalam hal kemudahan melakukan bisnis atau usaha," kata Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi Abdurrahman Mohammad Fachir.


Abdurrahman juga menyatakan hubungan negara kita dengan Arab Saudi secara emosional sebagai negara muslim bisa meningkatkan kerja sama di bidang ini dengan baik.


Sumber: Okezone

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita