335 Sabtu, 07 Juni 2014 | 11:27:54

Harga Rumah Tumbuh Tertinggi di Dubai

Harga Rumah Tumbuh Tertinggi di DubaiGulf Business

Hasil riset residensial global Knight Frank menunjukkan adanya penurunan indeks harga rumah secara global, dimana kuartal pertama 2014 lebih rendah dari kuartal terakhir 2013. Pada periode tiga bulan pertama 2014, indeks harga rumah hanya naik sebesar 0,6 persen, sementara pada kuartal akhir 2013 sebesar 1,2 persen.

Tapi di periode yang sama tahun 2013, kenaikan terjadi hingga sebesar 7,1 persen. Kate Everett-Allen, kepala Research International Residential Knight Frank, mengatakan bahwa “Penurunan itu disebabkan pertumbuhan ekonomi dunia yang masih lemah,”

Dubai, UEA, menempati posisi teratas dalam pertumbuhan harga dari total 54 negara yang diriset, baik per kuartal maupun tahunan. Indeks harga di Dubai per Maret 2014 naik 27,7 persen, yang menunjukkan adanya kenaikkan 3,4 persen dibandingkan kondisi akhir tahun 2013. Kate Everett juga menjelaskan bahwa naiknya bea balik nama dan pembatasan KPR sangat mempengaruhi pasar properti di UEA.

Selain EUA, ada beberapa negara lain yang indeks tahunan harga rumahnya juga meningkat di atas 10%, yakni China (17,5%), Brazil (12,1%), Australia (10,9%) dan Amerika Serikat (10,3%).  Di mana posisi Indonesia? Indonesia ada di peringkat ke-13 dengan pertumbuhan tahunan sebesar 9,1 persen, dan pertumbuhan antarkuartal sebesar 2,6 persen.

Dari hasil catatan The Global House Price Index kuartal 1 2014,  negara-negara Eropa timur dan selatan menempati posisi terendah. Pertumbuhan harganya bahkan negatif, seperti Siprus (-8,7%), Yunani (-8,4%), dan Spanyol (-4%). Yang masuk di posisi terendah adalah Jepang dan Singapura, masing-masing mengalami pertumbuhan negatif 1,1% dan 0,1%.

Menurut Everett-Allen, sementara negara-negara pasar property di Eropa timur memang sedang melemah, pertumbuhan pasar di Singapura justru tertahan oleh pengetatan pengucuran KPR, sedangkan Abenomic, julukan untuk kebijakan ekonomi Perdana Menteri Shinzo Abe, belum cukup mendorong naiknya harga rumah di Jepang.

Knight Frank berharap kinerja indeks ini akan menguat pada kuartal kedua 2014. Kebijakan Federal Reserve, Bank of England, dan European Central Bank sangat diharapkan untuk bisa mendorong kenaikan pasar rumah dunia. Tapi meningkatkan suku bunga bukanlah sasarannya, melainkan bagaimana kebijakan bank-bank sentral itu mampu mempercepat petumbuhan pasar.

 

Sumber: Peluang Properti

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita