221 Sabtu, 07 Juni 2014 | 11:13:11

Kantor dan Publik Disulap Jadi Rumah di Australia

Kantor dan Publik Disulap Jadi Rumah di AustraliaGo Study AU

Ajang “penyulapan” ruang kantor jadi hunian sedang marak di pusat-pusat bisnis di Australia, terutama Sydney. Menurut riset Jones Lang Lasalle (JLL) Australia, ini bukanlah fenomana baru, dalam lima tahun terakhir jumlah alih fungsi properti ini makin banyak.

JLL mencatat bahwa sebesar 46.940 m2 ruang kantor pada tahun lalu sudah diubah menjadi residensial di skala nasional, dan ini mengalami peningkatan sebesar 21.146 m2 dimana tahun sebelumnya alih fungsi sebesar 25.794 m2.

Hal ini banyak dilakukan oleh pengembang asal Asia. Selain kurangnya pasokan rumah di kota Sydney, faktor pendorongnya lainnya adalah tingkat suku bunga KPR rendah, meningkatnya ruang kosong di gedung grade B, dan meningkatnya minat orang asing memiliki rumah di Sydney.

Saat ini, pasok residensial di Sydney sebanyak 79.500 sementara permintaan dari pasar sebanyak 122.900 unit, dimana diperlukan 43.400 untuk menyeimbangi permintaan pasar. Sementara itu, riset yang dilansir NAB untuk kuartal pertama tahun 2014 menunjukkan adanya 14% kenaikkan permintaan orang asing terhadap hunian baru dan 10% untuk hunian seken, yang mana permintaan terbanyak ada di pusat kota. Badan penanaman modal asing setempat menyetujui investasi senilai 17,16 miliar dolar Australia masuk pasar rumah Sydney pada tahun lalu,  dan 62,9 persen diantaranya  untuk pembangunan baru.  Dari jumlah itu sebanyak 5,73 miliar dolar Australia dijual dalam bentuk gambar kepada investor dari Asia Pasifik.

JLL mengatakan bahwa kecenderungan investor memilih grade lebih tinggi member dampak pada rendahnya permintaan ruang perkantoran grade B, namun pasok kantor grade A tidak banyak tersedia. Hal ini berakibat besarnya perbandingan tariff sewa antar gedung grade tinggi dan rendah. Perubahan perkantoran menjadi hunian dinilai lebih menguntungkan.

Sejak kuartal pertama 2013, tercatat 7 gedung di CBD Sydney yang sudah disulap  menjadi 1.950 unit apartemen dengan nilai penjualan 667,3 juta dolar Australia.  Gedung-gedung yang telah disulap tersebut antara lain sebuah gedung yang kini dimiliki Far East Organisation, pengembang asal Singapura di Elizabeth Street, George Street Sydney Water Site oleh Greenland Group, dan sebuah gedung di Sussex Street yang diubah oleh Ausbao Pty Ltd. Jika semua proyek alih fungsi yang sudah disetujui selesai maka ruang kantor di CBD Sydney akan berkurang 179.583 m2 atau 3,61% dari total stok.

JLL memperkirakan berlanjutnya kondisi ini, karena setidaknya sudah ada 19 persetujuan yang dikeluarkan untuk perubahan fungsi gedung-gedung tersebut. Alih fungsi ini akan merubah daerah mid-town menjadi kawasan hunian yang paling berkembang.

 

Sydney selatan

Selain gedung kantor, bangunan pabrik juga di alihfungsikan menjadi hunian. Contohnya bangunan pabrik di O’Riordan Street, Mascot seluas 796 m2 yang dibeli CrossPoint Telecom Pte Ltd dan diubah menjadi proyek residensial bernilai 2,31 juta dollar Australia, dan  Advan Properties, sebuah gudang dan ruang pamer, yang juga dijadikan hunian senilai 4,5 juta dolar Australia.

Tidak ketinggalan, Chubbyelf Pte Ltd juga mengubah sebuah gudang di Doody Street, Alexandria menjadi proyek residensial bernilai 3,2 juta dolar Australia dan rencanya, sebuah gedung seluas 947 m2 di  Botany Road, Waterloo, milik Kevin Malouf juga akan diubah agar nilai tanahnya naik jadi 4.751 dolar Australia per m2.

Alih fungsi ini banyak terjadi di daerah Sydney Selatan yang banyak ditempati bangunan industry dan pergudangan. Perubahan itu dimaksudkan untuk meningkatkan nilai asset dan memarakkan pasar residensial. Meski begitu, muncul juga kekhawatiran berkurangnya pasokan pabrik dan gudang yang akan mendorong naiknya harga lahan industri.

 

Sumber: Peluang Properti

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita