302 Sabtu, 07 Juni 2014 | 10:48:06

Mall Banjiri Singapura

Mall Banjiri SingapuraThe Everyday Minimalist

Singapura termasuk ke dalam kelompok kota di Asia Pasifik yang “kebanjiran” mall. Sejak tahun 2009 lalu, di negara kota ini dibangun rata-rata 45 ribu m2 pertahun untuk pusat perbelanjaan saja. Seperti yang dilansir CIMB pada rabu lalu, hasil survey Cost of Living menunjukkan banyak mall baru di Singapura dibangun di daerah pinggir kota.

Rasio jumlah ruang ritel dengan jumlah penduduk Singapura masih terhitung rendah jika dibangingkan dengan kota-kota lain di negara maju. Singapura memiliki populasi sebanyak 5,4 juta jiwa, dengan rasio sebesar 0,6 m2 per kapita, dan khusus di area pinggiran sebesar 0,4 m2 per kapita. Bandingkan dengan Hong Kong sebesar 1,1 m2 per kapita, Jepang sebesar 1,5 m2 per kapita, bahkan di AS mencapai 4,2 m2 per kapita.

Jumlah pasok baru yang masuk pada tahun ini sebanyak 234 ribu m2, yang 80-100 persennya sudah berstatus prakomitmen atau telah memiliki calon penyewa yang pasti untuk mengisi. Situasi ini membuat para developer mall semakin sulit menaikkan tarif sewa.

Angka presentase belanja secara online meningkat hingga 33,8 persen, terutama untuk sektor fashion, dan hal ini berpengaruh besar terhadap eksistensi mall di Singapura. Ini dipredikisi akan memberikan efek yang negatif terutama untuk mall-mall premium yang fokus pada fashion dan aksesori, sementara mall-mall dipinggiran akan lebih mampu bertahan.

Walaupun tren belanja online meningkat, hasil riset itu juga menunjukkan bahwa hampir 20 persen masyarakat Singapura masih lebih memilih untuk datang langsung ke toko untuk mencari informasi tentang produk dan harga. Peluang inilah yang dimanfaatkan pemilik toko dan mall, karena di toko-toko inilah konsumen dapat memeriksa barang secara langsung dan mendapat penjelasan dari pengelola toko. Inilah yang menyebabkan toko high-end di mall masih diprediksi masih dapat menarik pengunjung.

Riset CIMB juga menunjukkan mall-mall di kawasan pinggiran akan lebih eksis. Mall kategori ini diisi lebih banyak kebutuhan harian. Sebanyak 27,5 persen responden belanja kebutuhan harian mereka di mall pinggiran kota, sementara hanya 15 persen yang belanja di pusat kota. Karena itulah CIMB menyimpulkan bahwa mall-mall jenis ini akan berperan penting dalam bisnis ruang ritel di Singapura.

 

Sumber: Peluang Properti

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita