186 Jum'at, 06 Juni 2014 | 11:36:36

Terbosan Baru: Rumah dari Gabus dan Penguhubung Rel

Terbosan Baru: Rumah dari Gabus dan Penguhubung RelRichard John Seymour

Hunian mewah umumnya indentik dengan bahan bangunan yang mahal dan kawasan premium di pusat kota. Tapi tidak dengan bangunan mewah yang satu ini, bertempat di Lisbon, Portugal, hunian ini menggunakan bahan bangunan dan material hasil daur ulang.


Desainer hunian daur ulang tersebut, Atelier Data, secara khusus memilih gabus dan penghubung rel yang sudah tidak digunakan lagi untuk membangunnya.
Majalah Inhabitat mengungkapkan fakta bahwa Portugal merupakan penghasil 50 persen gabus di seluruh dunia, fakta yang membuat Atelier Data menetapkan pilihan materialnya pada material gabus. Karena selain mudah ditemukan, gabus juga dikenal sebagai material yang ramah lingkungan.
Dikenal dengan nama Varatojo House, dinding hunian yang berlokasi di atas bukit ini dibuat dari penghubung rel bekas untuk melindungi rumah dari terpaan angin yang kencang khas dataran tinggi. Tidak hanya berdiri di sekeliling rumah, dinding rel ini juga menjadi bagian dari bangunan seperti gorden. Selain corak kayu hasil daur ulang yang membuat fasad rumah menjadi menarik, tampilan beton dan pelapis yang berwarna oranye juga memiliki daya tariknya sendiri.
"Mendaur ulang materi bangunan seperti dinding kayu dan rel penguhubung seperti ini mempertemukan eksperimen dan inovasi yang baru dari cara penggunaan material pada umumnya.” Ujar Atelier Data.
Tidak hanya kayu, tanaman khas Portugal seperti mawar, pohon ek, dan Etruscan honeysuckle juga banyak ditemui di sekeliling rumah. Perpaduan bahan daur ulang dan tanaman-tanaman tersebut membuat Varatoho House tampak menyatu dengan alam.

Interior Daur Ulang
Penggunaan layar gabus untuk memisahkan bagian pitu masuk dengan ruang keluarga yang berkonsep terbuka membuat hubungan antara hunian ini dengan alam di sekelilingnya semakin kuat. Kayu-kayu daur ulang yang digunakan untuk menghalau angin di luar rumahpun digunakan kembali sebagai tangga di dalam rumah.
Jendela yang ada dirumah ini berukuran besar dengan maksud untuk memaksimalkan jumlah sinar matahari yang masuk ke dalam rumah saat siang. Tidak hanya di ruang keluarga dan ruang makan, jendela berukuran besar ini juga diletakkan di kamar mandi dan area kolam renang.

Menyatu dengan Alam
Selain mewah, rumah ini juga tampak minimalis, modern, dan yang terpenting, ramah lingkungan. Atelier Data menggunakan “hukum alam” sebagai landasan desai rumah tersebut. Contohnya, desainer ini memusatkan pusat kegiatan bangunan ini di bagian selatan agar penghuninya terlindung dari terpaan angin kuat yang datangnya dari utara.



Sumber: Dezeen & Inhabitat

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita