243 Jum'at, 06 Juni 2014 | 11:16:06

Persiapan Tokyo Jelang Olimpiade 2020

Persiapan Tokyo Jelang Olimpiade 2020Tokyo Olimpiade Village

Adalah suatu kebanggaan tersendiri untuk terpilih menjadi tuan rumah salah satu pesta olah raga termegah di dunia, jadi wajar saja negara dan kota yang terpilih sudah mempersiapkan diri dari jauh-jauh hari untuk menyambutnya. Hal ini juga dilakukan oleh Tokyo, Jepang, yang akan menjadi tuan rumah Olimpiade di tahun 2020.

Pesta olah raga tersebut diyakini dapat menjadi daya tarik investor di sektor properti, baik untuk pengadaan fasilitas umum, pembaharuan, hingga pembangunan sejumlah stadion dan venues. Pembangunan jenis properti lainnya juga di’ramalkan’ akan menjadi sangat diminati.


Olimpiade 2020 akan diadakan di kawasan Tokyo Bay. Sebanyak 28 venues akan dibangun disini dan 11 diantaranya adalah bangunan baru. Salah satunya adalah Olympic Village atau perkampungan atlit yang akan didirikan di Harumi Pier, Chuo. Menurut konsep Olympic Area, perkampungan yang akan dibangun di area seluas 4,4 ha ini akan menjadi sentral kegiatan karena berdiri tepat di tengah dua zona, yakni Heritage Zone dan Tokyo Bay Zone. Sebagian besar dari perkampungan ini merupakan hasil reklamasi.


Pemerintah Tokyo juga berencana untuk membangun gedung medium rise (setinggi kira-kira 14 lantai) sebanyak 5 ribu unit untuk hunian. Ketinggiannya dibuat demikian agar lingkungan sekitarnya yang merupakan waterfront tetap terjaga. Selain itu juga karena kapasitas daya tampungnya yang tinggi, yang diperkirakan dapat memuat 17 ribu atlit dan team officialsnya. Paska Olimpiade, gedung-gedung ini dapat menampung hingga 12 ribu orang masyarakat umum, menjadikan kawasan dibangunnya gedung hunian ini tidak terlalu padat.


Sebanyak 7 venues lainnya berdiri di Heritage Zone, di pusat kota Tokyo, dan Kasumigaoka National Stadium merupakan venue utama di kawasan ini. KNS adalah stadion baru yang akan berdiri persis di tempat stadion lama yang baru saja dihancurkan. Stadion rancangan Zaha Hadid Architects yang memiliki hingga 80 ribu orang ini akan dibagun pada Oktober 2015 mendatang. Rencananya pembangunan akan selesai di tahun 2019 dan pengoperasian perdananya akan ditandai dengan digelarnya Rugby World Cup.

Mengubah Tampilan Kota
Koran lokal Nikkei menyebutkan pembangunan beragam fasilitas dan hunian terkait Olimpiade ini akan mengubah tampilan kota Tokyo. Tidak hanya pada waterfront area, tetapi juga kawasan tengah kota seperti Nishi-Shinjuku, yang sudah dipenuhi gedung komersial dan perkantoran di dekat Stadion Nasional. Proyek pengembangan akan dilakukan bukan dengan membangun gedung baru, tetapi dengan membuat kawasan pencakar langit ini menjadi lebih nyaman dengan penyediaan jalur pedestrian beratap antara Stasiun kereta Shinjuku dan Shinjuku Central Park. Selain itu, akan dibangun juga shelter pada jalur-jalur penghubung antar-gedung.


Karena letaknya yang bertetangga dengan kawasan perkantoran kota Tokyo dan Jepang, penataan distrik Shinjuku ditangani khusus oleh pihak pemerintah pusat dengan dicanangkannya regulasi zonasi khusus. Dalam aturan baru tersebut, 80% kawasan seluas 1 km2 ini akan dijadikan ruang publik lengkap dengan jalur pejalan kaki. Pengguna jalan raya di kawasan ini akan dibatasi sehingga kedua sisi jalanan dapat dimanfaatkan untuk kafe. Pemerintah menggandeng sejumlah perusahaan seperti Sumitomo Realty untuk menata kawasan ini, dan penataannya akn dimulai pada Juni tahun ini.


Selain Shinjuku, distrik Toranomon juga mengalami perubahan tata kota. Di kawasan yang cukup dekat dengan area waterfront ini sudah berdiri gedung setinggi 52 lantai (247 meter) bernama Toranomon Hills. Gedung ini merupakan yang tertinggi kedua di Tokyo setelah Midtown Tower Roppongi Toranomon (244.360 m2). Gedung multifungsi yang mencakup perkantoran, residensial, dan ruang ritel ini akan memiliki hotel yang dikelola Andaz Luxury Hotel Brand dibawah grup Hyatt Hotels di lantai atasnya.

Cable-car
Proyek yang didesain oleh Nihon Sekkei Inc dan berdiri di area seluas 1,7 ha ini memiliki keunikannya tersendiri. Posisinya seakan memotong jalur Loop Road No. 2, yang selain dibuat jalan melingkar, sebagian jalurnya masuk ke bagian bawah gedung (underpass). Proyek yang dibangun oleh Mori Building ini masuk ke kategori tata-ulang dan siap dioperasikan mulai 11 Juni 2014.


Selain banyaknya proyek tata-ulang kota tersebut, Tokyo juga berencana untuk membangun cable-car dengan rute Shiodome – waterfront area. Ide ini dicetuskan oleh walikota Koto, Takaaki Yamazaki setelah kunjungannya ke London. Ia terinspirasi oleh cable-car Thames yang digunakan saat Olimpiade 2 tahun lalu. Proyek yang bernilai 194 juta dollar AS ini nantinya akan dimanfaatkan sebagai sarana umum alternatif paska Olimpiade berlangsung.


Cable-car Thames yang merentang di ketinggian 90 meter ini awalnya hanya digunakan untuk alat transportasi menyebrangi sungai Thames sepanjang 1km saat Olimpiade. Namun terbukti, gondola yang memiliki kapasitas 10 orang dan mampu mengangkut 2.500 orang per jam ini  masih digunakan sebagai transportasi umum dan menjadi salah satu obyek wisata yang banyak peminatnya di London.



Sumber: Peluang Properti

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita