161 Jum'at, 06 Juni 2014 | 10:25:31

Australia: Kredit Properti yang Mendominasi

Australia: Kredit Properti yang MendominasiGoogle Image

Kredit properti kali ini sedang menjadi isu yang hangat di Australia. Sejak pertengahan tahun 2012 hingga tahun ini, hampir 95 persen pemasukkan kredit perbankan Australia didapat dari sektor properti. Menurut hasil analisa para ahli, tren ini merupakan dampak dari turunnya sektor pertambangan yang selama ini menjadi pegangan negeri Kangguru tersebut untuk bidang ekonomi.

Mendominasinya kredit properti di Australia rupanya juga didorong oleh tingkat suku bunga yang semakin rendah. Bank sentral Australia, The Reserve Bank Australia (RBA), memang berusaha sangat keras untuk mendorong pinjaman, belanja rumah tangga, dan menstimulir sektor pertambangan. Tapi pada kenyataannya, sejak tahun 2012 lalu, pertumbuhan kredit justru mengarah ke sektor properti.

Menurut hasil riset seorang analis perbankan, Jonathan Mott, ditemukan bahwa sejak pertengahan 2012, RBA sudah mengucurkan KPR sebesar 60,6 miliar dolar Australia. Sementara itu, kredit yang keluar untuk investasi di sektor residensial sebesar 45,8 miliar dolar Australia dan untuk pembiayaan properti komersial sebesar 10 miliar dolar Australia. Dalam periode yang sama, kredit sektor non-properti hanya naik 2,6 persen dari total pertumbuhan kredit, atau sebesar 3,2 miliar dolar Australia.

Ini menunjukkan bahwa menurunnya suku bunga merupakan faktor pendorong yang kuat banyaknya kredit yang berpindah ke sektor properti dan semakin sedikitnya kredit yang digunakan untuk pengembangan usaha. Faktor lainnya adalah rendahnya kepercayaan pengusaha di Australia terhadap prospek ekonomi yang ada.

Untuk mengimbangi kembali ketimpangan penyaluran kredit sektoral itu, bank-bank di Australia berusaha untuk meningkatkan porsi kredit korporasinya. Namun sayangnya, banyak yang tidak berhasil dengan cara tersebut karena bank-bank besar milik negara dinilai kalah agresif dengan bank-bank swasta dalam penyalurannya. Misalnya, National Australia Bank (NAB) yang kalah lincah oleh Australia and New Zealand (ANZ) Banking. Menurut James Freeman, seorang analis dari Deutsche Bank, hal ini dikarenakan NAB tidak lagi dapat menurunkan marginnya. “Dalam tiga bulan terakhir, kredit korporasi NAB turun 1 persen sementara ANZ naik 14 persen, Westpac 12 persen, dan CBA 8 persen.”

 

Sumber: The Age

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita