160 Senin, 02 Juni 2014 | 14:16:08

Tiru Cara Australia Tekan Polusi

Tiru Cara Australia Tekan Polusi

Polusi udara dikenal sebagai musuh utama bagi bumi. Polusi asap kendaraan misalnya. Gerakan Go Green yang diusung oleh pemerintah Australia untuk mengurangi kadar polusi akan asap kendaraan patut untuk ditiru. Di Kota Melbourne, Australia memanfaatkan Laneways, area pejalan kaki, untuk mengurangi jumlah mobil yang melewati daerah pusat kota.

Laneways banyak menampilkan karya grafiti yang dibuat oleh seniman lokal. Tercatat 66% aktivitas pariwisata di Melbourne dilakukan dengan berjalan kaki. Tentu saja kepadatan mobil yang menimbulkan kemacetan akan menghambat aktivitas para pengunjung.

Tidak hanya akan menambah jumlah Lanewyas di kawasan Parliament Station dan Queen, Australia juga akan membuat sebuah taman di Doods St. Nantinya akan dibuat juga peraturan kecepatan hanya 10 kilometer per jam bagi kendaraan yang melewati daerah yang bersinggungan dengan area tersebut.

Penutupan Elizabeth St antara Bourke St dan Flinders St oleh Pemerintah merupakan suatu cara untuk membatasi jumlah kendaraan yang melewatinya. Brian Negus, perwakilan dari klub pengguna kendaraan Victoria (RACV) merupakan salah satu orang yang mendukung hal tersebut.

"RACV, sekitar 4 tahun lalu, mengusulkan agar Elizabeth St ditutup antara Bourke St dan Flinders St," ujarnya.

Tidak hanya polusi asap kendaraan, Pemerintah Austarlia juga mengeluarkan larangan bahkan denda bagi orang yang merokok di wilayah pejalan kaki di mal-mal. Kota Perth merupakan kota yang sudah menerapkan hal ini sejak Desember tahun lalu.

Awalnya sanksi bagi yang melanggar aturan ini hanya berupa sanksi teguran peringatan selama enam bulan pertama namun per bulan Juni tahun ini, mulai diberlakukan denda USD 100(sekitar Rp 1 juta-an) bagi orang yang kedapatan merokok di kawasan pejalan kaki di pertokoan atau mal.

Hal ini tentu saja menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Tujuan aturan ini sangat jelas yaitu melindungi anak-anak dari bahaya menjadi perokok pasif. Ini disadari betul oleh D'Arcy Holman, Profesor Daube dan pakar epidemi dari Universitas Australia Barat. Tingkat orang dewasa yang merokok menurun dimana hanya 12 persen pada tahun 2012 dibandingkan pada tahun 1964 yang sebesar 43 persen. Ia mengganggap aturan ini bukan hanya masalah ketidaknyamanan.

"Saya pikir ini menunjukkan beginilah arah dunia ke depan dan orang-orang akan mengerti mengenai bahaya dari perokok pasif," katanya.

Professor Mike Daube, selaku Presiden Dewan Tembakau dan Kesehatan berpendapat aturan ini harus diberlakukan secara bertahap.

"Anda perlu memberlakukan satu atau dua denda atau sanksi dan orang akan paham kalau beginilah mekanisme aturan tersebut,” ujarnya.

Untuk itu, sampai dengan saat ini peringatan akan diberikan petugas pengawas bagi warga yang melanggar aturan ini. Denda baru akan diberlakukan bila warga tersebut kedapatan mengulangi hal ini.

Kebanyakan orang yang menentang aturan ini beralasan bila rokok bebas dijual di mal, seharusnya orang juga harus diperbolehkan untuk merokok di daerah sekitar mal. Lagipula banyak pekerja mal yang termasuk perokok aktif.

David Bullpit (67 tahun) mengaku sulit menghilangkan kebiasaan merokok yang sudah dimulainya sejak 30 tahun silam.

Sumber : Australiaplus

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita