167 Selasa, 29 April 2014 | 11:00:20

Kisah Mantan Guru yang Sukses Jadi Investor Properti

Kisah Mantan Guru yang Sukses Jadi Investor Properti

Fergus Wilson merupakan guru matematika di wilayah Kent, Inggris.  Sejak tahun 1995 lalu, Fergus bersama Judith, sang istri mulai berbisnis properti. Peningkatan nilai properti yang dibeli 19 tahun lalu oleh Fergus, kini dijuluki sebagai ikon investor properti paling sukses di Inggris, mencapai sekitar 350 persen!

"Tak seorang pun akan menghasilkan uang seperti yang kami lakukan selama kurun 1995-2014. Jika Anda kembali ke tahun 2000, itu seperti pendulum. Anda hanya harus menandatangani perjanjian, dan bank akan memberikan pinjaman," jelas Fergus.

Hal ini sangat wajar, mengingat di tahun 1995, Fergus mendapatkan 90 persen loan to value KPR. Bandingkan dengan kondisi sekarang dimana Anda hanya bisa mendapatkan 60 persen hingga 70 persen pinjaman KPR.

Fergus berpendapat pasar properti di Inggris saat ini  masih terus bertumbuh. Ini tampak dari kenaikan harga yang terus berlangsung sementara pasokan terbatas.

"Inggris masih kekurangan jutaan rumah. Jika Anda adalah orang muda dan mencoba untuk mendapatkan kredit, harus realistis. Anda akan menyewa selama hidup Anda. Krisis perumahan membuat para ekspatriat juga kesulitan mendapatkan rumah sewa. Ini yang menjadikan umur investasi properti Anda menjadi lebih panjang," tutur Fergus.

Fergus tidak hanya mendapatkan keuntungan namun kerugian pun pernah dirasakannya. Saat  krisis finansial global , Fergus  tak hanya berutang sebesar 350 ribu pounsterling (Rp 6,7 miliar), ia juga menghadapi  ketidaksanggupan penyewa untuk melunasi biaya sewa di bulan Oktober 2008 sebanyak 39 persen dari total 1.000 properti. Langkah yang diambil Fergus tidak hanya menutupi biaya sewa sebesar Rp 15,5 miliar tapi juga mengusir setidaknya 200 penyewa.

Sumber : Ibtimes

 

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita