137 Selasa, 29 April 2014 | 10:53:57

Alasan Dibalik Diskon Apartemen di Singapura

Alasan Dibalik Diskon Apartemen di Singapura

Singapura sudah lama dikenal sebagai surga belanja bagi konsumen Indonesia. Ini tak lain karena diskon besar atas produk di Singapura. Rupanya hal ini juga merambat ke sektor properti khususnya apartemen. Diskon besar-besaran yang dilakukan oleh para pengembang disebabkan karena rendahnya tingkat serapan masyarakat atas apartemen yang ditawarkan.

Apartemen The Interlance yang merupakan besutan Capital Land misalnya, masih tersisa sebanyak 183 unit per Maret 2014 padahal peluncurannya sudah dimulai sejak tahun 2009 silam. The Eight Riversuites di Whampoa East Road pun mengalami hal serupa, baru terjual 44 unit dari total 862 unit yang ditawarkan.

Diskon yang diberikan cukup besar. Hampir mencapai 20 persen.  Nilai rerata unit-unit yang dijual saat ini mencapai 1.100 dollar singapura per meter persegi, dibandingkan dengan 2 tahun lalu yang mencapai 1.340 dollar singapura per meter perseginya.

Tahun ini terdapat sekitar 20.000 unit apartemen yang siap diserahterimakan kepada konsumen. Hampir 15.000 lebih banyak ketimbang 2013 yang mencapai 14.400 unit.

Untuk meningkatkan volume penjualan, pengembang juga melakukan kenaikan komisi penjualan untuk para agen properti.

Rendahnya penyerapan ini diakibatkan oleh tindakan pendinginan yang dilakukan pemerintah sejak tahun lalu. Aturan kredit properti yang baru , total debt servicing ratio (TDSR), hanya memberikan pinjaman pada pembeli sebesar 60 persen dari total pendapatan.

Ong Teck Hui selaku Direktur JLL Singapura mengatakan bhawa ada peningkatan penjualan sebesar 19 persen dari 5.243 unit pada kuartal II 2013 menjadi 6.247 unit di kuartal I 2014 sejak TDSR diperkenalkan pada Juni tahun lalu.

"Tetapi, ini mencerminkan melemahnya tingkat serapan untuk proyek yang baru diluncurkan," katanya.

Diskon yang diberikan pengembang menunjukkan bahwa pengembang berada di bawah tekanan untuk segera menjual unit yang masih tersedia sementara waktu penyelesaian sudah semakin dekat. Ini dikatakan oleh Nicholas Mak, Direktur SLP International.

"Sebaliknya, jika pembangunan selesai dan masih ada cukup banyak unit yang belum terjual,  mereka (para pengembang) juga bisa menghadapi persaingan ketat dari pengembangan lain yang baru diluncurkan," ujar Mak

Sumber : Channelnewsasia

 

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita