151 Senin, 28 April 2014 | 13:34:04

Protes Warga Atas Pembangunan Supertall

Protes Warga Atas Pembangunan Supertall

Pembangunan 7 gedung di New York dengan ketinggian di atas 200 meter dimana bangunan supertall 432 Park Avenue dan One57 termasuk didalamnya rupanya mendapat reaksi keras dari para warga. Mereka berpendapat ketinggian gedung bukan saja menghalangi untuk mendapatkan sinar matahari tapi juga berpengaruh pada pertumbuhan pohon-pohon pada taman di sekitar gedung yang tidak sempurna.

Kehadiran Empire State Building dengan ketinggian 381 meter dan One57, pencakar langit tertinggi di selatan New York menjadi salah satu buktinya. Empire State Building merupakan gedung tertinggi di Amerika Serikat sebelum dikalahkan oleh One World Trade Center setinggi 541 meter.

Adalah Warren St John seorang wartawan senior yang memberikan kesaksian. Ia bersaksi saat bermain dengan anaknya di Central Park dalam cuaca yang cerah, mereka tak dapat menikmati sinar matahari. Itu disebabkan oleh kehadiran Empire State Building.  Hal yang sama terjadi saat berada di  taman bermain dengan jarak 1 mil dari utara pusat kota, yang terlihat hanyalah Empire State Building. St John mencoba untuk kearah Selatan tapi sayangnya bukan keindahan cakrawala yang ia temukan melainkan sejumlah konstruksi jangkung baik yang sudah eksisting maupun dalam proses pembangunan dimana One57 menjadi salah satunya.

"Kehadiran konstruksi pencakar langit hanya akan membuat kita kedinginan dan taman mati," ujarnya.

St John mengatakan bahwa masing-masing bangunan hanya memiliki 100 unit apartemen, tetapi yang menggunakan taman sebanyak 40 juta orang. Ini jelas berdampak pada kosongnya bangku- bangku di Central Park.

“Mereka tidak memanfaatkannya, karena di situ tidak nyaman. Mereka kedinginan. Sementara bangku lain yang terpapar sinar matahari justru diperebutkan. Mereka duduk sambil makan camilan," ujar John.

Hal lain yang membuat warga geram yaitu saat terungkapnya fakta dalam pertemuan dengan Corey Johnson, Dewan Kota New York,  bahwa sebagian besar gedung tersebut merupakan apartemen yang dijual kepada investor asing sehingga tidak untuk dihuni.

Namun Gary Barnett selaku Presiden Direktur Extell Development, berpendapat sebaliknya.

"Sebaliknya, bangunan ini menciptakan banyak pekerjaan tetap di sektor ritel, perhotelan, dan konstruksi. Dan ini bukan pekerjaan dengan upah minimum. Banyak pekerjaan konstruksi mendapat kompensasi senilai 100.000 dollar AS (Rp 1,1 triliun) hingga 200.000 dollar AS (Rp 2,3 triliun) per tahun. Gaji sebesar ini sangat bermanfaat untuk warga New York membangun kehidupan yang lebih baik," argumen Gary.

Sumber : Nrp

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita