110 Rabu, 23 April 2014 | 16:40:05

Oily Cart Rancangan Hawkins/Brown

Oily Cart Rancangan Hawkins/Brown

Kantor Oily Cart, sebuah perusahaan teater, yang berada di Smallwood School Annexe, Smallwood Rd, London direnovasi oleh  Hawkins/Brown , Firma arsitektur asal London, Inggris  agar memudahkan mobilitas  anak-anak penyandang disabilitas.

Eksterior bangunan tersebut awalnya hanya berupa bata ekspos dan tangga bergaya Victoria yang "mengantar" pengunjung menuju studio.

"Kami benar-benar berhati-hati mempertahankan sebanyak mungkin struktur asli dan ingin memasukkan energi yang sama dengan jumlah yang diberikan teater pada produksinya ke dalam bangunan," ujar arsitek David Bickle.

Para arsitek tidak hanya merenovasi bangunan tapi juga memperbaiki fungsi studio dan penyimpanan dengan membangun bengkel kerja sebagai tempat penyimpanan (dan pembuatan) kostum di dalam bangunan.

Ada dua penambahan yang menarik untuk disimak.

Pertama adalah adanya rumah pohon yang menggantung di tengah-tengah antara kantor dan ruang administrasi.

"Oily Cart bekerja dengan anak-anak yang memiliki beberapa kesulitan belajar. Mereka membantu membawa teater ke penonton yang mungkin tidak akan pernah memiliki kesempatan mengalaminya," ujar Bickie.

Hiasan berbentuk lingkaran memenuhi bagian luar rumah pohon tersebut.

"Tema melingkar yang memenuhi seluruh bangunan ini diinspirasi oleh balon-balon sabun wangi yang digunakan teater untuk berhubungan dengan penontonnya," terang Bickle.

Kedua, pemasangan penutup elevator yang berupa "cangkang" berwara kuning terang, lengkap dengan hiasan berbentuk lingkaran-lingkaran hitam dan putih. Elevator ini menyambungkan lapangan bermain di luar dengan studio dan memberikan akses mudah bagi mereka yang kesulitan menggunakan tangga.

Sumber : Dezeen

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita