73 Rabu, 23 April 2014 | 11:33:52

Kejutan John Davis di Kamar Tidurnya

Kejutan John Davis di Kamar Tidurnya

John Davis (54) yang tinggal di Coventry, Inggris menyimpan kejutan pada salah satu kamar tidurnya.  Kejutan itu adalah replika kokpit Boeing 747-400, lengkap dengan simulator terbang berlayar lebar. Cita-cita Davis untuk menjadi pilot namun gagal karena kurang menguasai matematika, tidak menjadikan kecintaannya pada pesawat memudar.

Davis menghabiskan 20.000 poundsterling (sekitar 387 juta) selama 15 tahun untuk mewujudkan  replika tersebut.

Davis menyewakan simulator ini untuk dimainkan oleh para penggemar pesawat atau mereka yang ingin mencoba menerbangkan pesawat tanpa risiko tinggi.

"Saya selalu ingin menjadi pilot. Kini saya punya hal terbaik lainnya," ujar Davis.

Davis memulai dengan mengumpulkan foto-foto kokpit Boeing 747-400 lewat internet dan  kemudian memesan berbagai keperluan dan bagian interior pesawat.

Dek lampu dibuat dari kayu MDF. Sementara itu, dua kursi dibuat dari jok mobil berlapis kulit.

"Bagi saya, penting membuat penerbangan terasa menyerupai aslinya. Jadi, saya berinvestasi pada sistem suara luar biasa, lengkap dengan subwoofer yang akan bergetar. Jadi penumpang bisa mendapatkan pengalaman take-off dan landing," katanya.

Para penumpang di "pesawat" milik Davis bisa terbang dari Birmingham International Airport atau London Gatwick ke bandara Amsterdam Schiphol pada penerbangan pertama. Kemudian, para penumpang juga bisa melanjutkan "perjalanan" ke Canary Island. Perangkat lunak yang digunakan Davis memiliki pemandangan dari berbagai penjuru dunia, mulai dari Pegunungan Alpen hingga langit New York.

Tarif “penerbangan” selama 1 jam sebesar 75 poundsterling dan untuk 2 jam sebesar 125 poundsterling.

Davis bisa mengumpulkan sampai dengan 3.000 poundsterling per bulan (sekitar Rp58 juta).

Ini juga yang menyebabkan Davis meninggalkan pekerjaannya sebagai desainer grafis.

Sumber :  Dailymail

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita