167 Senin, 14 April 2014 | 11:40:32

Konsep Kuburan Vertikal Martin McSherry

Konsep Kuburan Vertikal Martin McSherry

Keterbatasan lahan yang melanda sejumlah negara di seluruh dunia termasuk untuk mengebumikan jenazah, menumbuhkan ide pada Martin McSherry, mahasiswa arsitektur asal Oslo, Norwegia, untuk membuat kuburan jangkung atau "apartemen" untuk orang mati.

Apartemen ini akan menjadi pencakar langit yang hampir mirip sarang lebah raksasa berwarna putih dengan "gua-gua" segitiga dimana separuh bangunan tersebut akan menampilkan derek permanen untuk mengangkat peti mati dan menempatkannya ke slot kosong. Crane akan digunakan untuk menambah slot ruang pemakaman baru sehingga pencakar langit ini dirancang untuk tumbuh ke atas setiap waktu

Sistem sewa lahan pekuburan selama dua dekade di Norwegia tidak bisa menjadi solusi atas masalah keterbatasan lahan, dimana ada kecurangan dari petugas pemakaman; menyuntikkan peti mati dengan senyawa kapur yang mempercepat proses dekomposisi mayat sehingga lahan kosong akan tersedia lebih cepat.

Ide McSherry menuai pro dan kontra dimana yang mereka kontra masih mengkhawatirkan tentang moral kematian, menjaga martabat orang mati, dan ketidaknyamanan ketika jenazah-jenazah tersebut dipajang.

Chris Coutts, perencana Perencana  kota Atlantic City, mengatakan jika sebanyak 76 juta orang AS diperkirakan meninggal antara tahun 2024 dan 2042 harus dikuburkan, maka akan membutuhkan 130 mil persegi lahan atau seukuran kota Las Vegas!

Sebenarnya pemakaman vertikal sudah dilakukan oleh masyarakat tradisional dimana sistem pemakaman bertumpuk (= Necropoli) menciptakan bukan hanya ruang konservasi, tapi juga pekerjaan dan penghasilan yang bisa didapatkan dari sistem tersebut. Di Brasil ada Memorial Necropole Ecumenica yang merupakan pemakaman tertinggi di dunia dimana selama 28 tahun ada ribuan mayat yang memenuhi seluruh bangunan 32 lantai.

Necropoli telah muncul di seluruh Eropa. Bahkan New Orleans telah beralih ke plot vertikal untuk menghindari kerusakan peti mati dari terjangan banjir dan badai di kota-kota dataran rendah.

Sumber : Theverge

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita