118 Selasa, 08 April 2014 | 16:23:27

Apartemen Bebas Rokok di Swiss

Apartemen Bebas Rokok di Swiss

Akibat penyakit Multiple Chemical Sensivity, atau sensitif terhadap radiasi, asap, dan bau-bauan, Christian Schifferle berinisiatif mendirikan apartemen  di Zurich, Switzerland  yang melarang penghuninya untuk menghisap rokok di seluruh area gedung apartemen. Tak hanya rokok, Ia juga melarang pemakaian ponsel serta segala hal yang menimbulkan bau-bauan, seperti parfum dan body lotion.

"Saya menderita penyakit ini sejak kecil. Radiasi, asap dan bau-bauan tersebut membuat saya lemas, tidak bisa bernapas, paru-paru sesak dan pusing. Meskipun tinggal di gedung ini tidak menyembuhkan penyakit ini, namun setidaknya bisa membuat orang-orang yang berpenyakit seperti saya bisa hidup tenang di sini," ucapnya.

Pusat kesehatan di Swiss melaporkan sedikitnya sekitar 5000 orang menderita penyakit ini.

Apartemen yang terdiri dari 15 unit ini dibangun dengan dana sebesar USD6,9 juta atau Rp78 miliar. Apartemen ini merupakan yang pertama di Eropa dengan konsep lingkungan yang sehat serta damai.

Saat pembangunan apartemen, agar material apartemen tidak mengandung bahan kimia, pekerja konstruksinya tidak dibenarkan untuk menggunakan merokok dan memakai parfum.

"Bangunan ini tidak berbau seperti bau khas rumah yang baru di bangun. Dan penghuni apartemen sangat nyaman dengan kondisi ini," kata Andreas Zimmermann, Sang arsitek.

Sebuah sitem ventilasi dipasang untuk menyedot bau-bau yang mencurigakan. Apartemen ini juga dilengkapi dengan saluran telepon dan internet.


Sumber :  Nydailynews

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita