201 Selasa, 08 April 2014 | 14:42:55

Merger Holcim dan Lafarge

Merger Holcim dan Lafarge

Dua raksasa perusahaan semen dunia yaitu Holcim Ltd (HOLN) dan Lafarge SA (LG) sepakat melakukan merger. Ini dilakukanuntuk membentuk perusahaan semen terbesar di dunia dengan kapasitas penjualan lebih dari 40 miliar dollar AS. Tercatat ada 4 miliarder yang memiliki saham perusahaan merger tersebut, yaitu Nassef Sawiris (Mesir), Albert Frere (Belgia), Thomas Schmidheiny (Swiss), serta  Filaret Galchev (Georgia).

Bruno Lafont, CEO yang berbasis di Paris Lafarge, terpilih memimpin perusahaan gabungan itu, demikian keterangan resmi perusahaan tersebut, Senin (7/4/2014).

LafargeHolcim merupakan nama yang disetujui untuk nama perusahaan merger ini. Ini dikatakan oleh Wolfgang Reitzle, ketua Jona, markas Holcim di Swiss.

Merger tidak hanya pada nama perusahaan tapi juga saham kedua perusahaan ini. Merger saham menghasilkan sinergi lebih dari 1,4 miliar euro atau sekitar 1,9 miliar dollar AS pada semester pertama 2015 nanti.

Kedua perusahaan juga sepakat untuk menjual aset di Eropa sebagai solusi mengatasi resesi global yang mengikis permintaan bahan bangunan.

Agustus tahun lalu, Holcim menukarkan aset di Jerman dan Republik Ceko dengan Cemex SAB (CX), pembuat semen terbesar di Amerika Serikat. Ini dilakukan untuk meningkatkan pendapatan dari konsumsi energi yang tinggi.

Saham kedua perusahaan sama-sama mengalami kenaikan. Di Zurich, Swiss, saham Holcim naik 7,3 persen sementara di Paris, saham Lafarge naik sebesar 5,4 persen.

Lonjakan sebesar 8.9 persen (Lafarge) dan 6.9 persen (holcim) terjadi lagi pada 4 april kemarin.

Bruno Lafont menolak mengomentari  ihwal struktur kesepakatan yang menunjukkan bahwa Holcim mengambil alih Lafarge. Ia hanya menjelaskan bahwa transaksi ini merupakan penggabungan yang sama.

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita