98 Rabu, 02 April 2014 | 09:34:50

Film 'Up' Terinspirasi dari Rumah Ini

Film 'Up' Terinspirasi dari Rumah Ini

Sebuah rumah mungil yang dikelilingi bangunan pusat perbelanjaan di Seattle, Amerika Serikat ini memang tak salah disebut sebagai rumah simbol perlawanan. Pasalnya, sang empunya rumah hingga akhir hayatnya menolak untuk pindah dari lokasi pembangunan mal, meski sudah diiming-imingi imbalan sebesar USD1 juta (Rp11,39 miliar).

Sebuah cerita lama dari tahun 2006 muncul kembali ke permukaan, seiring rencana menyewakan rumah dua lantai yang terhimpit pusat pertokoan di kawasan Ballard, Seattle itu kepada umum. Pemiliknya saat ini, Lois Mackenzie berencana menjadikan rumah mungil itu sebuah tujuan wisata dan menyewakanannya kepada umum.

“Ini akan membuat kenangan tentang Edith Macefield dan bagaimana ia memegang teguh prinsipnya hingga akhir hayatnya tetap terjaga. Kami akan melakukan perbaikan terhadap rumah itu, dengan tetap mempertahankan bentuk aslinya,” kata Lois.

Pada 2006 silam, sebuah perusahaan pengembang membangun sebuah kompleks perbelanjaan dengan bentuk yang unik, karena sebuah rumah milik seorang nenek bernama Edith Macefield berada di tengah-tengah lahan yang akan dipakai untuk proyek tersebut. Meski pihak pengembang sudah menawarkan sejumlah uang, Edith bergeming.

“Alasannya sederhana, Edith ingin meninggal di sofa tempat ibunya meninggal dulu,” kata Barry Martin, salah seorang karyawan perusahaan pengembang tersebut, yang lama-lama justru menjalin hubungan persaudaraan yang erat dengan Edith.

Pasca-meninggalnya pada 2008, Edith mewariskan rumah yang desainnya menjadi inspirasi film animasi Up itu kepada Barry dan keluarganya.

Im Suryani
Sumber             : Rumah
Sumber Gambar : 123inspiration

 

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita