122 Selasa, 01 April 2014 | 10:24:40

Salah Satu Solusi Rumah Murah , 'Jack in a Box'

Salah Satu Solusi Rumah Murah , 'Jack in a Box'

Seorang ahli lanskap asal Abbotsford (sebuah kota tidak jauh dari Vancouver), Kayla Feenstra, menemukan cara efektif yang mampu membebaskannya dari beban cicilan rumah. Sayangnya, langkah yang diambil Feenstra ini belum tentu cocok untuk semua orang. Pasalnya, dia memutuskan untuk tinggal di dalam "rumah" mobil seluas 12 m2. Sang ahli lanskap bercerita bahwa tubuhnya tergolong tinggi untuk standar perempuan. Itulah alasannya enggan menggunakan rumah-rumah mobil (RV) yang biasa digunakan orang Amerika Serikat. Feenstra lebih memilih "rumah" yang secara khusus didesain untuknya, pas dengan tinggi, dan aktivitasnya.
 
"Rumah" ini diberi nama "Jack di dalam Boks" (Jack in a Box). Feenstra membutuhkan biaya sekitar Rp 171,3 juta untuk membuat rumah tersebut. Jumlah ini, dalam standar harga rumah di kota-kota besar di Indonesia pun, tergolong cukup terjangkau.
 
"Saya tidak punya tanah, dan saya tidak ingin membangun rumah dan suatu hari harus meninggalkannya. Jadi, saya kemudian berpikir untuk menaruh rumah saya di atas roda," ujar Feenstra.
 
Perempuan yang kini memilih bekerja lepas tersebut juga mengaku bahwa selama ini dia suka dengan ide mendesain rumahnya sendiri. Impian ini hampir terwujud ketika harga rumah jatuh di tahun 2012. Kala itu, Feenstra hampir membeli rumah konvensional. Hanya satu hari sebelum menyetujui pembelian rumah, ia diminta membayar uang muka yang lebih tinggi. Merasa tidak sanggup, dia akhirnya menolak tawaran tersebut.
 
"Saya sadar bahwa saya tidak benar-benar membutuhkannya. Saya hanya butuh tempat yang bisa menjadi tempat tinggal dan saya benar-benar sudah muak dengan menyewa rumah," ujarnya.
 
Singkat cerita, Feenstra membuat "Jack di dalam Boks". Dalam area hanya seluas 12 m2, dia membuat kamar tidur seluas 7,4 m2. Sisa ruang lainnya dia gunakan untuk membuat dapur, toilet kompos, dan kamar mandi berpancuran. "Rumah"-nya ini dilengkapi tiga panel solar, sebuah kompor, lemari es, dan lampu-lampu berteknologi LED. Selain itu, terdapat sistem kabel listrik jika suatu saat dia hendak menggunakan daya listrik dari sebuah rumah atau taman parkir RV.
 
Menurut Feenstra, orang-orang yang sudah masuk ke dalam "Jack di dalam Boks" terkaget-kaget dengan luas tempat tinggalnya. Dari dalam, tempat tinggal Feenstra ini terasa lebih lapang.
 
Sementara itu, mengenai biaya, Feenstra mengaku bahwa kebanyakan bahan-bahan yang digunakannya untuk membangun rumah berasal dari barang bekas. Panel solar adalah pengeluaran terbesar yang perlu dia lakukan.

Editor                : Hilda B Alexander
Sumber             : Kompas
Sumber Gambar : Huffingtonpost


📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita