275 Selasa, 01 April 2014 | 09:58:29

Nuansa Kafe di Kios Daging

Nuansa Kafe di Kios Daging

Toko daging tidak perlu tampak mengerikan. Fraher Architects dari London, Inggris, membuktikan bahwa kios penjual daging dan bahan-bahan makanan buatan rumah (home made) bisa tampil "manis" seperti kedai kopi. Jika Anda sempat mengunjungi daerah Farringdon di London, kunjungilah toko kecil bernama The Quality Chop Shop dan buktikan kebenarannya.

Toko ini berada di salah satu persimpangan jalan. Lokasinya memberikan keuntungan besar. Jendela kaca berukuran besar bisa ditempatkan di semua sisinya dan membuat interior toko ini tampak terang dan segar. Terangnya sinar matahari pun "disambut" dengan cat berwarna putih di dalam toko. Kesan toko daging dan tempat penjagalan binatang yang mengerikan hilang seketika.

Sang arsitek, yang tergabung dalam Fraher Architects, menggunakan unsur-unsur menyerupai peti kayu khas untuk mengirimkan barang. Perhatikan kayu-kayu dengan finishing yang terkesan mentah, serta ornamen sederhana di dalam toko ini. Material dan ornamen di dalam toko tersebut seolah menjadi gema bagi pasar Smithfields dan Exmouth yang historis tidak jauh dari lokasi toko.

"Aspek yang paling tidak biasa sebagai respon dari permintaan desain adalah fokus pada aspek pengepakan produk di dalam restoran dan profesi juru masak sebagai satu kesatuan," ujar arsitek Lizzie Webster.

Dengan kata lain, para arsitek berusaha sebaik mungkin mengaitkan karakteristik pengepakan makanan dan profesi juru masak untuk menciptakan tampilan toko yang istimewa.

Makanan-makanan di dalam toko ini dipajang di dalam rak terbuka dan di meja pajang. Rak dibuat dari tripleks tebal yang diberi warna hitam. Warna ini sama seperti label penanda yang ada di permukaan peti kayu pengiriman barang. Uniknya, meski permukaan tripleks diberi warna hitam, bagian ujung-ujung tripleks dibiarkan memiliki warna "mentah".

Selain rak, para arsitek juga memilih lampu gantung yang terkesan "mentah". Mereka juga memastikan sinar matahari yang melimpah di dalam toko ini bisa menonjolkan guratan kayu dan semua detil dalam dekorasi. Para arsitek juga menekankan bahwa makanan dan daging mentah yang dipajang di dalam toko ini sengaja diatur dengan cara sederhana dan dapat dengan mudah dilihat.

Keunikan tidak hanya ada pada penataan dan bahan-bahan yang digunakan. Rupanya toko ini terhubung dengan restoran Quality Chop House yang ada tepat di sebelahnya. Konsumen yang membeli makanan di restoran, maupun bahan makanan di toko, sama-sama dijamin mendapatkan makanan segar. Selain itu, interior toko ini pun hanya dibangun dalam lima hari. Dengan jadwal yang padat, para arsitek berhasil menyampaikan tampilan istimewa pada toko ini.

Editor                : Hilda B Alexander
Sumber             : Kompas
Sumber Gambar : Dezeen


📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita