159 Selasa, 18 Maret 2014 | 09:24:58

Pajak Baru di Inggris untuk Cegah Dominasi Investor Asia

Pajak Baru di Inggris untuk Cegah Dominasi Investor Asia

Aktifnya investasi asing asal Asia di pasar properti London, Inggris, mendorong pemerintah dan parlemen setempat memberlakukan aturan pajak baru. Aturan ini membuat dianggap sebagai bentuk sentimen anti-asing dan membuat investor Asia merasa tidak nyaman dan khawatir. Mark Farmer, Kepala Residensial E.C. Harris, mengungkapkan hal tersebut terkait kekhawatiran investor Asia terhadap sentimen anti-asing.

"Pasalnya, aktivitas investasi atau pembeli properti asal Asia telah memberikan kontribusi signifikan dan mendorong peningkatan pajak keuntungan modal di Inggris. Ini memungkinkan pemerintah Inggris untuk melaksanakan kebijakan yang sama seperti telah diterapkan di Asia," kata Farmer.

Menurut studi Knight Frank, pembeli asing atas properti (rumah baru) di London, sebagian besar berasal dari Asia. Jumlah mereka mencapai 70 persen. Mereka berasal dari Hongkong, Singapura, dan Malaysia serta negara-negara yang memiliki hubungan kolonial dengan Inggris.

Sementara, pembeli asal China daratan juga tak kalah aktif. Bahkan, seringkali mereka mengambil risiko dengan membeli rumah di lokasi pinggiran, di mana mereka melihat kesempatan besar untuk mendapatkan keuntungan dengan cepat.

Aktivitas investasi agresif tersebut, membuat pemerintah dan juga parlemen Inggris mempertimbangkan untuk mengenakan pajak capital gain. Sekadar catatan, Inggris akan memberlakukan aturan pajak baru pada April 2015 mendatang. Aturan tersebut mengharuskan pemilik asing membayar pajak capital gain untuk setiap keuntungan properti yang terjual. Selama ini hanya pemilik rumah kedua yang harus membayar pajak dengan besaran 28 persen untuk setiap kenaikan nilai properti.

Menteri Keuangan Inggris, George Osborne, sendiri menepis anggapan negatif anti-asing. Menurutnya,  Inggris adalah negara terbuka yang menyambut investasi dari seluruh dunia.

"Tidak benar bahwa mereka yang tinggal di negara ini harus membayar pajak keuntungan modal ketika mereka menjual rumah yang bukan tempat tinggal utama mereka, sementara mereka yang tidak tinggal di sini tidak terkena aturan tersebut," ujar Osborne.

Sebelumnya, anggota parlemen dari partai oposisi, Ed Balls, telah melempar gagasan untuk mengutip pajak hunian (mansion tax)atas rumah senilai lebih dari 2 juta poundsterling (Rp 37,6 miliar). Pemilik rumah akan membayar 1 persen dari setiap nilai atas harga yang naik setiap tahun. Selain itu, dia juga mengusulkan untuk menaikkan bea meterai atas pembelian rumah dengan nilai yang sama sebesar 7 persen.

Ide tersebut diperkuat oleh perwakilan distrik London di parlemen, yakni Mark Field, dengan tujuan untuk meningkatkan pajak hunian dan diterapkan hanya pada pemilik asing, dan pemilik properti non-penduduk.


Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita