171 Senin, 17 Maret 2014 | 09:50:18

Anda Bisa Bergelantungan dan Bebas Berguling di Rumah Unik Ini...

Anda Bisa Bergelantungan dan Bebas Berguling di Rumah Unik Ini...

Penggunaan material sederhana tidak serta-merta membuat karya arsitektur jadi membosankan. Sebuah firma arsitektur asal Jerman, XTH-Berlin membuat interior townhouse di kota asalnya menjadi jauh lebih menarik. Padahal, firma ini hanya menggunakan kayu-kayu yang berwarna muda, hampir tampak "mentah" dan terkesan dingin, beton ekspos, serta jaring. Bayangkan Anda menghabiskan waktu di rumah dengan meniti balok kayu, bergelantungan di rangka beton, dan berguling di jaring-garing pengaman.

"Hanya ada beberapa material yang menentukan ruang interior, beton untuk bagian padat, plaster untuk dindingnya, kayu cemara yang direkatkan dengan lem untuk membagi ruangan, tangga, pintu, dan papan kayu pinus untuk lantainya. Selain itu, baja digunakan untuk pagar pengaman, kaca untuk fasad dan menyaring cahaya," ujar para desainer.

Konsep townhouse bernama Townhouse B14 ini sebetulnya terbuka. Menurut para arsiteknya sendiri, hunian ini benar-benar mengedepankan ruang dan cahaya. Pembatas antarruang bukan dinding beton atau partisi. XTH-Berlin menggunakan gorden, jaring, dan level untuk membagi rumah dalam beberapa kegunaan.

Berdasarkan cetak birunya, rumah ini memiliki satu lantai dasar dan tiga lantai di atasnya. Di antara setiap lantai terdapat mezanin yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan.

Dari pintu di lantai dasar, Anda bisa langsung menemukan kamar tidur yang hanya dibatasi oleh gorden. Kemudian, naik satu level, Anda akan segera menemukan lemari pakaian, kamar mandi, dan ruang serbaguna yang disembunyikan juga dengan gorden. Dari dalam kamar mandi tersebut, jika Anda mendongak dan melihat ke langit-langit, Anda akan menyaksikan langit-langitnya terbuka. Penghuni yang berada di level atas bisa menyaksikan Anda memilah baju. Hanya bagian kamar mandi yang tertutup dan memiliki plafon lebih rendah.

Anda bisa terus menjelajahi rumah ini dengan mengikuti anak tangga yang tersebar di dalamnya. Selain itu, ada pula jembatan-jembatan penghubung volume utama ke ruang-ruang berukuran lebih kecil.

Di level paling tinggi rumah ini, Anda bisa menemukan dapur dan ruang makan. Area ini juga menghubungkan penghuninya pada teras terbuka di atas. Jika enggan melangkah keluar, rumah ini juga dilengkapi dengan roof light yang memasok banyak cahaya matahari ke dalam rumah.

Editor                 : Hilda B Alexander
Sumber              : Kompas
Sumber Gambar  : Dezeen


📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita