227 Kamis, 13 Maret 2014 | 09:46:52

Kesempatan Investasi di Atlanta

Kesempatan Investasi di Atlanta

Membaiknya kondisi perekonomian Amerika Serikat (AS) usai krisis global beberapa waktu lalu, membawa babak baru dalam sektor properti di Negeri Paman Sam ini. Bertumbuhnya ekonomi membuat properti menjadi salah satu investasi yang menjanjikan di AS saat ini. Salah satu kota yang memiliki potensi positif di AS untuk investasi properti adalah Atlanta.

Ibu Kota Negara Bagian Georgia ini menawarkan investasi perumahan yang tak kalah saing dengan yang ada di New York dan Los Angeles. Menurut Dion Giannarelli, Vice President AU1 Property, pengembang properti asal Atlanta, Atlanta memiliki potensi yang cukup baik.

"Yang pertama, Atlanta di Georgia merupakan salah satu kota di Amerika dengan pertumbuhan ekonominya yang tercepat. Selain itu menurut Forbes, Atlanta merupakan rental market nomor wahid di Amerika Serikat (AS)," ucapnya saat konferensi pers di Plasa Sinar Mas Land, Jakarta (12/3/2014).

"Sebut saja Coca Cola, CNN, Porsche dan sebagainya. Tidak hanya itu, industri film Hollywood juga sudah banyak pindah ke Atlanta. Tapi di sana sudah sangat mahal," imbuhnya.

Yang kedua, lanjutnya, Atlanta juga dihuni oleh 10 juta penduduk, dan memiliki bandara terbesar dan tersibuk di dunia. Tidak hanya itu, Atlanta juga memiliki 31 kampus terbaik di Amerika Serikat.

Melihat kondisi tersebut, salah satu agen properti dari Atlanta, Amerika Serikat, A1U Property mencoba membuka kesempatan bagi investor Indonesia yang ingin berinvestasi di Atlanta.

Saat krisis harga properti Amerika naik hingga 3x lipat. Dan setelah krisis harga properti Amerika khususnya Atlanta kembali turun. Dia menyebut, sekarang adalah saat yang tepat untuk para investor yang ingin bergabung.

"Setelah krisis harga properti Amerika Serikat sangat murah. Di Atlanta saja Anda dapat menemukan rumah seharga USD70 ribu hingga USD140 ribu untuk ukuran rumah 600 hingga 4ribu meter persegi. Coba bandingkan di Jakarta, dengan harga kisaran Rp800 juta hingga Rp1miliaran Anda belum tentu mendapat properti dengan harga dan ukuran luas yang sama di Jakarta," kata Dion.

Sebanyak 500 unit single home family ditawarkan oleh pengembang ini. Range harga yang ditawarkan oleh AU1 Property adalah mulai dari USD75 ribu hingga USD130 ribu atau Rp800 juta hingga Rp1,3 Miliar per unit.

"Tidak hanya itu, harga beli rendah dan imbal hasil 8-10 persen tiap tahun, lebih tinggi dari bunga deposito di Indonesia. Tidak hanya itu, tingkat pajak di Atlanta juga rendah, yakni 10 persen," katanya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama Erwin Karya, Associate Director Ray White mengatakan, jika konsumen ingin menjual kembali rumah tersebut, sangat mudah seperti pembeli.
 
"Tidak seperti Indonesia atau Australia kalau beli properti kan kena pajak 5 persen lalu, kalau dijual lagi kena 5 persen kalau di amerika setelah satu tahun anda pegang dan katakanlah ingin menjual kembali, hanya kena pajak keuntungan saja yang disebut capaital gain tax 10- 15 %persen. Beli properti 100 ribu dollar selama 3 tahunmenjadi 150 ribu untungya 50 ribu dollar,pajaknya 10-50 persen dari 50 ribu dollar," jelasnya.

Menurut Dion, Indonesia merupakan salah satu pasar potensial untuk memasarkan produk properti sewa yang ada di Atlanta.

"Investor Indonesia menjadi salah satu market kami selain Hong Kong, Beijing, Singapura, dan Selandia Baru. Alasannnya yaitu karena demand untuk properti luar negeri itu tinggi sekali. Menurut survey yang saya peroleh banyak orang Indonesia yang berinvestasi properti di luar negeri," ucapnya.

Selain itu, lanjutnya meningkatnya kelas menengah di Indonesia sebesar 54 persen juga menjadi alasan mengapa Indonesia menjadi pasar Indonesia sangat potensial.

Hal senada juga disampaikan oleh Sari Dewi, Director Ray White, yang menjadi partner AU1 Properti dalam memasarkan produknya di Indonesia.

"Banyak sekali permintaan dari klien untuk investasi di Amerika pada saya. Selain itu berinvestasi mereka juga membeli rumah di sana untuk anak-anaknya yang bersekolah atau kuliah di Atlanta," lanjutnya.

Rumah yang dijual merupakan hasil sitaan bank yang dibeli oleh AU1 lalu direnovasi kembali setelah itu dijual kepada kepada investor.

Untuk pasar Indonesia, AU1 menyediakan sekitar 10% unit rumah dan saat ini sudah terjual belasan unit dan yang tersisa hanya 35 unit.

Sumber : Okezone, Rumahku

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita