165 Kamis, 06 Maret 2014 | 16:02:02

Keunikan kota bawah tanah Australia

Keunikan kota bawah tanah Australia

Coober Pedy adalah sebuah kota kecil yang terletak di bawah tanah. Berlokasi di Australia Selatan, kota ini dibangun di negara bagian yang dikenal sebagai daerah paling kering di Australia. Coober Pedy didirikan pada tahun 1915, ketika opal pertama kali ditemukan di daerah tersebut. Para penambang mulai tidak tahan dengan kondisi suhu dan cuaca yang begitu keras di sana. Kemudian mereka pun mulai menggali rumah mereka di bawah tanah untuk menghindari sengatan terik matahari.

Dalam prosesnya, para penambang akhirnya menciptakan sebuah kota kecil untuk mereka. Sampai hari ini, orang-orang dari Coober Pedy lebih memilih untuk membangun rumah mereka di bawah tanah ketimbang harus membangun di atas tanah.

Musim panas yang sangat esktrem di daerah di atas 40 derajat Celcius menjadi salah satu alasan mengapa para penambang betah tinggal di bawah tanah. Suhu di bawah tanah tetap berada pada level konstan 24 derajat dan kelembapan tidak melampaui 20%. Pada musim salju, suhu akan menjadi agak dingin, namun tidak terlalu ekstrem.

Kota ini telah menjadi kota yang populer di seluruh dunia. Terbukti, banyak wisatawan internasional yang berbondong-bondong ke Coober Pedy untuk bisa merasakan sensasi tidur di bawah tanah - di sebuah kamar yang dingin, gelap dan luas. Gereja-gereja bawah tanah juga menjadi daya tarik yang banyak diburu wisatawan.

Kota ini tidak hanya terkenal karena pesona tempat tinggal bawah tanahnya, tetapi juga untuk menjadi ibukota opal dunia, yang memproduksi 70% dari kebutuhan opal (sejenis batu permata) dunia.

Kondisi alam yang cukup ekstrem rupanya juga menjadi daya tarik bagi para sutradara Hollywood untuk menggarap film mereka di sini. Contohnya saja Pitch Black, Red Planet, Queen of the Desert dan Opal Dream.

Terletak 850 km sebelah utara Adelaide, Coober Pedy menawarkan beragam fasilitas seperti toko opal, biliar, kamar tidur, bar, kolam renang, museum, gereja Ortodoks, dan juga situs makam.

Sumber : Merdeka

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita