66 Rabu, 05 Maret 2014 | 14:07:41

Jerman, Pasar Ritel Terpopuler

Jerman, Pasar Ritel Terpopuler

Bukan Hongkong, Singapura, atau Inggris, melainkan Jerman yang menjadi bidikan para pengecer multinasional. Negara ini muncul sebagai pasar ritel paling populer dan diincar oleh lebih dari 40 peritel global tahun ini. Menurut laporan riset terbaru CBRE, Jerman menjadi bidikan karena menawarkan peluang besar di 20 kota. Kondisi ini memantik 70 persen dari pengecer internasional untuk membuka toko mereka di negara ini pada 2014. Peritel global yang tertarik memperluas portofolionya adalah perusahaan fashion kelas menengah.

Fenomena tersebut, lanjut laporan CBRE, merupakan dampak melambatnya laju pertumbuhan sektor ritel dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini mendorong peritel lebih tajam dan fokus dalam berinvestasi sepanjang 2014. Preferensi mereka mulai mengarah pada pertumbuhan ritel lintas batas.

Contohnya peritel Amerika Serikat yang punya rencana ekspansi ke mancanegara. Sejumlah 47 persen dari total peritel di negara ini, akan membuka lebih dari 40 toko. Pasar domestik yang sudah matang dan ketatnya persaingan, adalah pemicu utama peritel AS mencari dan memperluas ekspansi secara global.

Director Cross-Border Retail EMEA, David Close, mengatakan, tahun ini adalah waktu yang tepat untuk memanfaatkan potensi pertumbuhan ritel yang belum dimanfaatkan.

"Pengecer AS secara progresif mengembangkan jaringan toko mereka. Tren penawaran global akan terus tumbuh tahun ini dan tahun mendatang," ujar Close.

Posisi Jerman sendiri diikuti oleh Perancis yang mampu menarik 26 persen peritel global berekspansi, Inggris (25 persen), Austria (22 persen), dan China (22 persen). Menyusul di bawahnya adalah Swiss, Belgia, Italia, Republik Ceko, dan Swedia.

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita